Aksi Solidaritas Mahasiswa yang Mati Dalam Tegakkan Demokasi

Mahasiswa yang jadi koban pelecehan demokrasi di Indonesia.

Bengkulu, SM – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, hadir di tengah-tengah aksi solidaritas mahasiswa dan Pemuda Bumi Rafflesia, tanda berduka atas wafatnya mahasiswa dari Universitas Haluoleo Kendari, Randy (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19), di Simpang Lima kota Bengkulu, Jumat, (27/09/2019).

Aksi simpatik menyalakan lilin bersama dan tabur bunga ini tanda berduka yang mendalam para mahasiswa atas tgaedi yang tejadi dalam penegakan demokrasi di Indonesia ini.

Korlap Aksi Simpatik, Dodi Saputra mengatakan,  kedatangan gubernur dan Kapolda dilokasi Aksi Simpatik, diharapkan beberapa aspirasi yang dibacakan dapat sampai dan mendapat respon positif dari Pemerintah Republik Indonesia.

“Terima kasih Gubernur dan Kapolda hadir bersama kami. Aksi hidup lilin ini sebagai bentuk dukacita mendalam atas wafatnya saudara kami, saat menyampaikan aspirasi demi kemajuan bangsa. Semoga, apa yang menjadi harapan kami dapat didengar dan direspon secara positif oleh pemerintah”, tutur Dodi.

Aksi damai berakhir pada malam ini. Beberapa orasipun sudah disampaikan oleh teman-teman yang hadir. Kedepannya kata Dodi dari Unib, kami tetap akan memantau isu-isu nasional kebangsaan dan tetap berada di garda terdepan, mengawal demokrasi dan pemerintahan.

Gubernur dan Kapolda apresiasi solidaritas mahasiswa Provinsi Bengkulu.

“Peserta yang hadir merupakan mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat. Aksi ini sebagai refleksi perjuangan penyampaian aspirasi demi kemajuan Indonesia kedepan”.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas kejadian yang menewaskan mahasiswa asal Kendari. Gubernur juga memimpin doa untuk  korban yang meninggal.

Gubernur Rohidin juga merasakan, bagaimana duka keluarga yang ditingalkan. Bagaimana duka keluarga besar mahasiwa Indonesia, atas meninggalnya beberapa aktifis saat memperjuangkan aspirasi, memperjuangkan rakyat Indonesia. Pembatasan aspirasi dipastikan tidak akan terjadi, asal disampaikan lewat jalur yang benar dan sesuai peraturan.

“Sekali lagi anakku semua. Saya bersama Kapolda menjamin sepenuhnya, tidak akan ada pemberangusan. Tidak akan ada pembatasan terhadap penyampaian aspirasi. Silahkan disampaikan dengan jalur yang benar. Silahkan sampaikan aspirasi dengan cara-cara yang benar. Pesan saya sederhana saja, jangan sampai anarkis”.

Pada malam ini, saya sampaikan aspirasi atas bentuk solidaritas. “Anak-anakku sekalian, saya juga merasakan nuansa kesedihan, nuansa rasa kehilangan diantara temen-teman sekalian. Hidup mahasiswa! hidup mahasiswa Bengkulu! Hidup dalam pengertian gerak perjuangannya, hidup dalam pengertian semangat pengabdiannya”, suport gubenur.

Diakhir orasinya, Gubenur Rohidin meminta pada masa aksi, tetap menjaga kondifitas Bengkulu. Mari jaga betul daerah ini. Kita tunjukkan. Kita beda dengan daerah lain. Aspirasi harus kita sampaikan sesuai koridor demokrasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Asa duka juga dikatakan Kapolda Bengkulu. Kejadian ini akan diusut tuntas. “Tadi pagi saya teleconfrence dengan Bapak Kapolri. Sesuai arahannya, akan dibentuk tim investigasi pencari fakta untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. Aksi Mahasiswa patut diapresiasi dan prestasi buat kami aksi ini berjalan tertib dan kondusif”, kata Kapolda. (ck/mc)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.