Antisipasi Ledakan Kasus Covid

Muhammadiyah Siapkan Skenario Terburuk

foto: suaramelayu.com

Yogyakarta, SM– Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Agus Samsudin mengajak masyarakat berikhtiar dan berdoa, agar Indonesia tidak mengalami potensi ledakan kasus Covid-19 akibat liburan panjang lebaran 2021.

Kekhawatiran ini muncul akibat masuknya beberapa varian baru Covid-19 dari negara luar ke Indonesia. Ditambah fenomena pelanggar aturan mudik yang diperkirakan lebih dari 1,5 juta orang, beserta banyaknya kerumunan di pusat-pusat keramaian seperti supermarket dan tempat pariwisata.

Meski berharap musibah tidak terjadi, Agus menyatakan bahwa Muhammadiyah telah menyiapkan skenario terburuk sebagai langkah antisipatif jika potensi itu benar-benar terjadi.

“Kita juga menyiapkan tempat tidur yang layak, dalam arti kita siap menerima lonjakan seandainya itu terjadi. Kita berharap betul itu tidak terjadi. Tapi lebih baik kita mempersiapkan diri kemungkinan yang paling buruk daripada kita tidak siap apa-apa”, jelasnya dalam konferensi pers 14 bulan penanganan pandemi oleh MCCC, Senin (17/5).

64 rumah sakit di antara 86 rumah sakit Muhammadiyah yang terlibat dalam penanganan Covid-19 pun disebutkan telah memiliki sedikitnya 1.800 tempat tidur, termasuk ICU, ventilator dan peralatan standar penanganan pasien Covid-19.

“Di samping itu kita juga ada kamar isolasi di beberapa tempat, di Unisa, PP ‘Aisyiyah, Zaitun, Unires UMY, Pusdiklat Jakarta, dan Shelter Gose PKU Bantul”.

Sebagaimana diketahui, 14 bulan menangani pandemi Covid-19 Muhammadiyah telah merogoh kocek lebih dari Rp346 Milyar untuk sedikitnya 31,9 juta warga Indonesia dari berbagai ras, suku dan agama.

Data per 16 Mei 2021, menyebutkan bahwa 86 rumah sakit Muhammadiyah telah merawat 3.774 pasien ODP, 3.366 pasien PDP, 2.684 pasien probable, 13.914 pasien suspek dan 17.820 pasien positif.

Program edukasi dan pencegahan juga konsisten dilakukan selama 14 bulan ini. 68 ribu vaksinasi yang telah dilakukan Muhammadiyah rencananya akan diluaskan ke Indonesia bagian timur seperti Ternate hingga Makassar.

“Muhammadiyah sebagai organisasi yang punya komitmen terhadap penanganan Covid-19 ini, kita akan terus melakukan usaha-usaha yang bisa membantu kita semuanya baik pemerintah maupun masyarakat untuk segera keluar dari pandemi Covid-19”, ujar  Agus.

(muhammadiyah.or.id)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.