Apoteker Diharapkan Peka Terhadap Lingkungannya

Staf Ahli Gubernur terima sekapur sirih di Rakerda Ikatan Apoteker Indonesia.

Bengkulu, SM – Apoteker diharapkan memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Bengkulu. Sebab, pembangunan dalam bidang kesehatan masih menjadi prioritas nasional.

Ini dikatakan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah melalui  Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kesra, Soemarno, saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia masa pengurusan 2018-2022 di Ballroom hotel Santika Bengkulu, Sabtu(2/3).

“Kehadiran Apoteker penting, untuk mengedukasi masyarakat dalam memilih obat-obatan dan kosmetik berkualitas. Sebab, beberapa saat lalu,  marak beredar kosmetik palsu, yang tentu meresahkan masyarakat”,  jelas  Soemarno.

Sesuai  data jumlah apoteker di Provinsi Bengkulu ada 385 orang, dengan penyebaran yang tidak merata di wilayah Kabupaten/kota.  Jumlah itu masih belum memenuhi rasio ideal pelayam kesehatan di Indonesia,  yaitu 10 : 100.000.

“Koordinasi pemerintah dan organisasi profesi, dirasa perlu dilakukan, untuk mengatasi hal tersebut. Terakhir, Apoteker diharapkan peka terhadap lingkungannya, serta terus meningkatkan kualitas ilmu dan keterampilan,  demi sumbangsih kepada masyarakat”, paparnya.

Peran Penting Apoteker 

Sekretaris Jenderal IAI,  Noffendri Roestam menjelaskan, Apoteker merupakan profesi yang jarang didengar, kurang terkenal seperti dokter. Tapi peran Apoteker sangatlah penting dalam membuat obat-obatan yang sesuai dosis dan kebutuhan. Terkhusus dalam situasi bencana, Apoteker hadir dimasyarakat,  untuk memberikan makanan, minuman dan obat-obatan terbaik,  pada situasi itu.

“Profesi Apoteker  dirasa masih kurang dikenal di masyarakat. Namun dari segi peran sangatlah penting. Pada saat bencana di Banten saat lalu, Apoteker hadir memberikan bantuan yang sangat diperlukan dalam situasi bencana”,  kata Noffendri

Sementara Ketua pengurus daerah AIA  Bengkulu,  Nurhidayati  menyampaikan,  minimnya penyebaran tenaga kesehatuan Apoteker di kabupaten-kota Se-Provinsi Bengkulu, ini menjadi tantangan serius bersama instansi teknis terkait,  dalam upaya optimalisasi pelayanan kesehatan dan mendukung tiga Program Kementerian Kesehatan. Juga dilaksanakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, termasuk  tenaga apoteker dengan berbagai pembekalan.

“Penyebaran Apoteker saat ini masih belum merata. Ini menjadi masalah bagi tenaga kesehatan, khususnya kefarmasian di Provinsi Bengkulu. Imbasnya, layanan kefarmasian tidak berjalan maksimal  terwujud. Di daerah masih ditemukan pelayanan kefarmasian yang ada,  tidak digawangi oleh tenaga-tenaga kefarmasian”,  papar Nurhidayati. (mc)

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.