Bang Ken, Inisiator Patung Kuda di SLRS Angkat Bicara

H Ahmad Kanedi SH

Bengkulu, SM –  ‘Pekau’ soal patung kuda di Simpang lima Ratu Samban  yang kini diganti dengan monumen Ibu Agung Fatmawati Soekarno,  akhirnya  mantan Wali Kota Bengkulu, H Ahmad Kanedi  (Bang Ken) angkat bicara.

Bangken berharap, Pemerintah Provinsi dan Kota  Bengkulu tidak usahlah gontok-gontokan,  soal penguasaan, kewenangan Simpang Lima Ratu Samban, dengan patung kuda  yang diganti patung Ibu Fatmawati .

“Semua pembangunan yang ada inikan untuk bangsa dan negara. Yang penting semua itu dilaksanakan untuk kemajuan Provinsi Bengkulu ini.  Apalagi saling menyalahkan soal keberadaan patung kuda yang di isukan hilang. Timbulkanlah  semangat gotong royong, untuk  dalam mengisi kemerdekaan ini” jelas Bang Ken  yang ditemui di kantornya, kawasan  Tanah Patah Kota Bengkulu.

Pemprov Bengkulu dan kota tidak perlu ribut. Semua yang melaksanaan pembangunankan sama-sama pemerintah. Duduk barenglah, saling back up. Saling menguntungkan. Tidak perlu ngotot ngototan.

Bang Ken juga kurang sependapat, rencana penempatan patung kota di daerah Bentungan. Kalau itu dilakukan, tentunya tidak sesuai dengan konsep dan semangat awal di bentuknya patung kuda itu.

 Lambang Spirit

Bang Ken menceritakan awal inisiatif dan filosofinya, saat akan dibangun patung kuda di Simpang Lima Ratu Samban belasan tahun lalu.

Semangat awal di dirikanya patung kuda itu jelas Bang Ken,   awalnya akan diletakan di muara (Kualo Buayo) disebelah Hotel Fafles Pantai Panjang.  Patung kuda itu akan menghadap kelaut lepas dan di citakan untuk menjadi icon Bengkulu, sebagai mana patung Lion di Singapura.

Dibawah patung itu akan  terpancar air mancur, yangseolah-olah patung kuda itu sedang melompati air. Tentunya dengan sorotan lampu yang warna-warni. Itulah namanya ‘Bengkulu Dahsyat’.

Filosofinya kata Bangken, “Lautan ku seberangi, gunungpun akan kudaki. Akan aku raih cita-cita dengan semangat berjuang”. Ini akan menjadi daya tariknya tersendiri. Jadi icon bertaraf internasional seperi di Singapura ada patung Lion.

Pertanyaannya, siapakah sosok yang menunggang kuda  dipatung kuda itu? Itu hanya pelambangan semangat perjuangan atau simbul perjuangan  Bengkulu saja, saat  melawan penindasan dan penjajahan menuju kemerdekaan. Bengkulu ingin kemajuan. Tidak mau dijajah. Patung  kuda itu lambang  spirit.

“Karena ide dasarnya itu memang dari saya, maka hal ini harus saya sampaikan pada stakeholder yang ada sekarang. Sebagai anggota DPD RI, saya suport dan akan memberikan masukan dan saran untuk  kemajuan Provinsi Bengkulu ini”, tegas Bang Ken.

Kenapa awalnya ingin buat icon seperti di Singapura?, Karena Bengkulu ini ada   keterkaitan history dengan Singapura.  Patung kuda itu memang direncanakan awalnya, agar menjadi ilustrasi imagener antara Bengkulu dengan Singapora. Apalagi letaknya di Pantai Panjang dengan sansetnya yang indah.  Bila patung kuda ini dikembalikan  ke konsep awalnya, maka  aan mendukung  dan menjadi magnet bagi wonderful 2020.

“Kepada gubernur dan wali kota Bengkulu  saya himbau,  mari kita pikirkan sama-sama,   agar sejarah kita sebagai kota pusaka akan benar-benar terwujud. Tidak usah gontokan dan tetap saling mendukung pembangunan”.

Bang Ken kembali mengungkapkan, kalau dirinya sangat tidak setuju, bila patung kuda itu rencananya diletakan di daerah Betungan Kota Bengkulu.  Selain tidak akan punya obyek nilai  jual sebagai icon, juga tidak sesuai dengan semangat  dan  ide dasar dibangunnya patung itu. (ck)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.