Bunga Rafflesia Arnoldii Dalam Kontroversial yang Tak Krusial

Bunga Rafflesia Arnoldii di Provinsi Bengkulu, Sumatera Indonesia . foto net.

Tahun  2020, tanggal 09 Januari  mendatang, Bunga Rafflesia Arnoldi tepat berumur 27 tahun,  pasca di tetapkan sebagai bunga nasional, melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 Tentang Satwa dan Bunga Nasional.

Dalam usia dewasa ini,  ternyata  Bunga Rafflesia yang di kini jadikan icon Provinsi Bengkulu,  paling tidak masih menyisakan tanda tanya, soal siapakan  penemu bunga itu? Apa sebenarnya nama bunga itu? Dimana bunga itu pertama kali ditemukan?   Yang jelas, hingga saat ini Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah selalu memboomingkan kalau Provinsi Bengkulu ini merupakan  Bumi Rafflesia.

Seorang jurnalis profesional  asal Bangali  India,  Sardar Zahidul Kabir mengatakan,  bunga tunggal terbesar di dunia itu (Bunga Rafflesia Arnoldi)  bernama Bunga Korps atau Bunga Mati. Tampaknya kata mati diartikannya dari bunga bangkai.  Nama ilmiah: Rafflesia Arnoldi katanya, termasuk  kelompok Rafflesiaceae yang pertama kali ditemukan di hutan Sumatra, Indonesia.

Bunga itu Rafalesia Arnoldi, bagian dari nama Stamford Raffles dan penemunya  Joseph Arnold  orang Inggris di Sumatra. Dapat dipastikan maksudnya di wilayah  Bencoolen, Bengkulu  Sumatra Indonesia.

Ilusrasi penemuan Rafflesia arnoldii . foto: istockphoto.com

Menurut Sardar Zahidul Kabir, kala itu  Sir Stamford Raffles berkeliling dengan pelana kudanya, bersama Dr. Joseph Arnoldi, seorang ahli zoologi terkenal. “Ketika mereka berjalan, mereka tiba di suatu tempat bernama Bencullen. Mereka terkejut melihat bunga besar yang aneh di pangkal pohon besar. Tidak ada manusia dalam masyarakat yang beradab yang pernah melihat bunga sebesar ini. Nama bunganya adalah bunga bangkai atau bunga mati. Mereka tidak terlihat dimanapun di Indonesia,  kecuali Kalimantan dan Sumatra, Indonesia.

Masing-masing bunga ini memiliki berat hingga 5 Kg. Bunga ini lebih banyak jumlahnya di Sumatra, Indonesia. Menariknya, Rafflesia sendiri adalah bunga, pohon itu sendiri. Tidak ada yang istimewa dari pohonnya. Bagian utama dari batang adalah kelopak-kelopak.

Unik

Bunganya biasanya memiliki lima kelopak besar dan tebal. Diameter bunga adalah dari satu setengah, hingga tiga kaki. Bunga ini tidak bisa membuat makanan sendiri tanpa daun. Meskipun keindahan bunga korps memikat para pecinta bunga, aroma tidak menarik perhatian orang dengan cara apapun, ketika datang ke bau daging busuk berasal dari bunga. Bunga inipun tidak dapat bertahan lama.

Inilah sebabnya mengapa banyak orang menyebut Bunga Korps “bunga mati”. Bagi manusia, bau bunga korps berbau tidak enak, tetapi bagi serangga, ini adalah bunga yang harum. Akibatnya, banyak spesies serangga terbang dan membengkak mati di dalam ronga bunga.

Masyarakat di Provinsi Bengkulu hingga kini tetap menjadikan icon bunga langka ini. Kebanyakan masyarakat mengakui,  Thomas Stamford Raffles  dan Joseph Arnold  sebagai penemu dalam sebuah ekspedisi dan mengabungkan nama mereka berdua. Bunga raksasa ini memiliki ciri khasnya dengan kelopak daun berwarna merah dan terdapat sebuah lubang di tengahnya,  yang mengeluarkan bau busuk.

foto net

Pendapat lain menyebutkan,  Bunga Rafflesia ditemukan Louis Auguste Deschamps, seorang ilmuwan asal Perancis. Dia telah meneliti selama 11 tahun di Indonesia tenang bunga ini.

Ketika itu, Deschamps menemukan Rafflesia dengan jenis R. Patma,  pada Tahun 1797. Namun, pada Tahun 1803, semua spesimen, catatan, dan ilustrasi dari penelitian selama 11 tahun disita dan dijadikan rampasan perang. Ketika itu Inggris tengah berperang dengan Perancis. Namun, pada tahun 1954, dunia ilmiah pun baru mengetahui bahwa Deschamps yang pertama menemukan Bunga Rafflesia ini.  Thomas Stamford Raffles bukan penemu pertama, tapi dia menemukan Rafflesia jenis lain, yang saat ini dikenal dengan Rafflesia Arnoldii.

Raffles menemukannya bersama ilmuwan lain bernama Joseph Arnold di wilaya Bencoolen,  pada 19 hingga 20 Mei 1818. Raffles sebagi nama genus dan arnoldii sebagai nama spesies. Sebelum dipublikasikan, Arnold meninggal saat berada di Bengkulu, karena penyakit malaria. Barulah sekitar Tahun 1821, tanaman baru tersebut dipublikasikan pada the Transaction of the Linnean Society.

Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi) ditetapkan menjadi puspa langka,  melengkapi Melati Putih (Puspa bangsa) dan Anggrek Bulan (Puspa pesona).  Rafflesia Arnoldii  tetap menjadi flora identitas Provinsi Bengkulu, Indonesia.

Bunga Rafflesia Arnoldii atau padma raksasa ini merupakan tanaman endemik Sumatera.  Merupakan satu dari sekitar 30-an jenis Rafflesia yang ditemukan di Asia Tenggara. Mulai dari semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Dinamakan padma raksasa,  lantaran ukuran bunganya yang mampu mencapai diameter 100 Cm dengan berat 10 Kg.

Tubuhan yang ditetapkan sebagai puspa langka ini,  tidak memiliki batang, daun  maupun akar yang sebenarnya. Tumbuhan ini hidup secara endoparasit pada tumbuhan inangnya. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima.

Sampai saat ini,  Rafflesia Arnoldii tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya. Apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Bunga Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.

Bunga Rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit dari marga Rafflesiaceae. Tumbuhan ini hidup menyerap nutrisi tanaman induk atau inangnya, yakni Tetrastigma, sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran. Di tempat terbuka, Rafflesia Arnoldii bisa tumbuh dengan diameter satu meter dan mekar beberapa hari.

Bunga Rafflesia dapat di temuan diluar Provinsi Bengkulu Sumatera  IndonesiaBunga ini dapat ditemupak pada  kawasan hutan lindung,  Diantaranya di Kabupaten Kepahiang, Mukomuko, Seluma, Lebong, dan Bengkulu Selatan. Ada beberapa jenis bunga Rafflesia yang ditemukan di Bengkulu, diantaranya Rafflesia arnoldii, Rafflesia Gadutensis Meijer, Rafflesia Hasselti Suringar, dan Rafflesia Bengkulunensis. Keempat jenis Rafflesia tersebut dibedakan berdasarkan ukuran, warna bunga dan perbedaan bercak pada kelopak bunga.

Jenis Bunga Rafflesia Arnoldii  di Indonesia:

  • Rafflesia arnoldi (R. Brown)
  • Rafflesia hasseltii (Suringar)
  • Rafflesia Patma (Blumenon Meijer)
  • Rafflesia rochussenii (Teijsm and Binn)
  • Rafflesia zollingertana (Koorders)
  • Rafflesia priceii
  • Rafflesia godulensis
  • Rafflesia atjehensis (Koorders)
  • Rafflesia ciliata
  • Rafflesia borneersis
  • Rafflesia witkampi
  • Rafflesia micropylora (Meijer)
  • Rafflesia bengkuluwensis
  • Rafflessia meijeri (Wiriadinata and Rismita Sari)
  • Rafflesia Lawangensis

(Disarikan dari berbagai sumber)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.