Cubar Wadir RSUD M Yunus

Suara Melayu. Bengkulu – Para jurnalis  menulis bahan apa adanya, soal Wakil Direktur (Wadir) RSUD M. Yunus (RSMY) Bengkulu yang dikatakan mengambil curi bareng dan Izin. Sementara Direktur Zulki Maulub Ritongan tidak berada dikantor, karena  sedang melakukan pantauan langsung ke lapangan. Tak peroeh informasi, lapangan apa yang dimaksud.

Padahal para jurnalis ingin melakukan konfirmasi seputar pemberitaan kendaraan dinas yang parkir lama di bengkel, dana tebusan kendaraan Rp 40 juta, termasuk meminta keterangan soal allih fungsi ambulans mejadi kendaraan dinas direktur RSUD M Yunus Bengkulu.

Menurut Security RSMY, Redi Apriyono mengatakan kalau  para Wadir sedang mengambil cuti dan izin. Sementara direktur sedang melakukan pantauan langsung ke lapangan. Mendengar itu, jurnalis mencoba  ceri tahu ke bagian Media Center RSUD M Yunus Bengkulu, dan menemi staf yang diketahui Fetii.

Jawabannya tetap sama, seperti yang dikatakan. Hanya saja, tentang cuti dan izin Wadir RSUD M Yunus Bengkulu itu, dia mengaku kurang tau persis.

Antusiasnya para jurnalis atas dugaan terjadinya pelanggaran rasa keadilan ini, disebabkan, diamnya beberapa pihak yang berkompeten saat dihubungi via sarana media yang ada. Mulai dari direktur, termasuk Humas rumah sakit itu sendiri tak ada jawaban maupun tanggapan.

Untuk sementara, belum diketahui  apa sebab para stakeholder yang berkompeten enggan berkomentar. Padahal, praktisi hukum dan Konsorsium Nasional LSM  akan mengulirkan hal ini keberbagai pihak yang dapat menjelaskan kedudukan hukum dan  rasa keadilan yang ada. (ck]

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.