Dekranasda Bangun Miniatur Provinsi Bengkulu

Suara Melayu, Bengkulu – Ketua Dekranasda Provinsi Bengkulu,  Derta Wahyulin berencana menjadikan Kantor Dekranasda yang berada di kawasan Lingkar Barat Kota Bengkulu sebagai miniatur Provinsi Bengkulu.

Saat ini renovasi komplek Kantor Dekranasda hampir rampung dikerjakan . Disiapkan 10 anjungan  kabupaten/kota yang akan diolah dan  di isi dengan karya,  produk dan potensi daerah masing masing.

Derta berhrap,  Kantor Dekranasda ini menjadi etalase kabupaten/kota,   yang dapat menjual berbagai oleh-oleh khasnya. “Kantor Dekranasda itu kita rancang untuk menjadi miniatur atau taman mini Provinsi Bengkulu”,  jelas  Derta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Provinsi Bengkulu, sekaligus menjabat Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bengkulu, Lierwan mengatakan,  pembangunan pusat industri kreatif daerah yang terpadu dan terintegrasi, dalam satu kawasan bersama Dekranasda Provinsi Bengkulu  dilakukan,  sebagai salah satu strategi pemerintah dalam menghadapi revolusi Industri 4.0, yaitu  nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik

Pusat industri kreatif dimaksud  berfungsi sebagai wadah dalam mengembangkan riset,  teknologi,  desain dan inovasi produk industri kreatif. Sekaligus menjadi wadah dalam membangun sumber daya manusia serta komunitas kreatif unggulan, termasuk memfasilitasi promosi dan pemasaran produk.

“Diharapkan,  dengan terbangunnya pusat kawasan industri kreatif daerah, dapat tercipta produk  inovatif,  ungggulan hasil kolaborasi pelaku industri kreatif,  yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain itu juga,   terbangunnya sentra-sentra bisnis yang dapat dimanfaatkan sebagai jejaring para pelaku industri kecil dan menengah” , papar  Lierwan saat pembukaan Rapat Kerja Dekranasda Provinsi Bengkulu Tahun 2018, yang digelar di salah satu  hotel kawasan Pantai Panjang, Rabu (5/9).

Sekda Provinsi Bengkulu,  Nopian Andusti saat membuka Raker Dekranasda Provinsi Bengkulu Tahun 2018  juga menyampaikan,  pembina dan pengurus Dekranasda  serta stakeholder terkait,  harus cepat menyikapi revolusi industri 4.0.

Untuk bertahan memasuki revolusi industri ini menurutnya,  diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang inovatif. Karena saat ini ekonomi Indonesia bergeser ke arah sektor jasa dan industri kreatif.

“Kedudukan Dekranasda sangat penting sebagai mitra pemerintah,  dalam mendukung kesiapan daerah,  untuk memasuki revolusi industri 4.0, dalam konteks pengembngan industri kreatif di Provinsi Bengkulu”, kata  Nopian.  (gmp).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.