Demonstran GPR Kembali Datangi DPRD Provinsi

Para mahasiswa audensi dengan DPRD Provinsi Bengkulu.

Bengkulu, SM – Kota Bengkulu kini relatif tenang dan damai, pasca aksi yang dilakukan para demonstran menyampaikan aspirasi di DPRD Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu.  Kemarin, Selasa (01/10/2019) demonstran kembali datangi gedung dewan.

Mereka dari kesatuan mahasiswa Bengkulu, tergabung dalam Gerakan Pemuda Rafflesia (GPR)  menyambangi  Gedung DPRD Provinsi Bengkulu,  mempertanyakan komitmen bersama anggota dewan, soal tuntutan aksi mereka pada aksi 24 September 2019 lalu.

Ke-13 perwakilan GPR itu dari berbagai kampus di Kota Bengkulu, diterima sejumlah anggota dewan, seperti Erna Sari Dewi, Suharto, Suimi Fales, Badrun Hasani, Fitri, Mohd Gustiadi dan lainnya.

Koordinator Kampus Unihaz, Edo Reynandi Kurniawan, yang juga Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unihaz, sangat menyayangkan hasil audiensi  yang terjadi.

“Kami menemukan bukti pengiriman fax dari tujuh tuntutan, yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Raflesia, pada pukul 10:19Am tanggal 24 September 2019. Ya saya rasa itu mengada-ngada. Itupun tidak terkirim ke DPR RI, alasan dari Sekwan DPRD Provinsi Bengkulu, karena waktu tanggal 24 itu, jaringan internet sedang tidak stabil”, jelasnya.

Itu kata Edo, salah satu bentuk ketidakresponsifnya anggota dewan, dalam menyambung lidah ke DPR RI demi kesejahteraan rakyat. Terus dikirim lanjutan di tanggal 30 September 2019, pengriman lancar saja.

“Maksud dan tujuan kami untuk mengadakan audiensi ini, untuk mengawal tuntutan yang telah kami sampaikan pada saat aksi tanggal 24 September 2019”, kata Edo yang  berharap kedepannya, DPRD Provinsi Bengkulu lebih responsib dalam mengemban amanah rakyat Provinsi Bengkulu. Kami juga dari aliansi Gerakan Pemuda Raflesia juga tidak henti disini, untuk mengawal dan menkontrol kinerja wakil rakyat kita. (kelvin)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.