Dua Agenda di Pelabuhan Pulau Baai Untuk Bengkulu

Asisten II Yuliswani saat rapat dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, GM PT. Pelindo II Pulau Baai, Ka Karantina Hewan serta Kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Bengkulu

Bengkulu, SM – Pemerintah Provinsi Bengkulu direncanakan akan melakuan Focus Group Discussion Feasibility Study (FS) dan Bisnis Plan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pelabuhan Pulau Baai  Kota Bengkulu. , ini untuk  mendorong percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh PT  Pelindo ke Dewan KEK.

Dikatakan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu  Yuliswani, walaupun ini merupakan domain dari Pelindo, namun Pemerinta Provinsi Bengkulu  akan terus mendorong,  agar KEK  Pelabuhan Pulau Baai dapat segera terealisasi.

“Kita mendorong Pelindo ini agar cepat segera. Apa saja yang dibutuhkan lagi,  akan kita bantu”,  jelas Yuliswani saat memimpin rapat persiapan FGD FS dan Bisnis Plan KEK, Senin (21/1) di Ruang Rapat Rafflesia Pemprov Bengkulu.

Dari hasil koordinasi dengan Pelindo Pusat,  dimana ada dua persyaratan yang merupakan domain dari PT  Pelindo. Persyaratan pertama,  untuk pengajuan KEK  yaitu surat pernyataan kesediaan membangun.  Kedua,  surat pernyataan kesanggupan 30 persen ekuitas.

Pelindo belum bisa untuk menyelesaikan surat pernyataan itu,  sebelum diadakannya FGD dari dokumen – dokumen FS dan Bisnis Plan. Itu karena merupakan masukan dari Dewan Kawasan Ekonomi Khusus.

“Kita sudah sepakati bahwa FGD untuk akan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2019,  yang akan dilaksanakan di Jakarta.  Mudah – mudahan setelah ini,  kita bisa selangkah lagi untuk memproses apa yang menjadi persyaratan tadi”, jelas  Asisten II Yuliswani dihadapan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, GM PT. Pelindo II Pulau Baai, Ka Karantina Hewan serta Kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Bengkulu. (mc)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.