Festival Tabut Bencoolen 2019 Sangat Membanggakan

Ribuan masyarakat iringi Tabun Bencoolen tebuang di Padang Karbala Kota Bengkulu

Bengkulu, SM – Perhelatan Festival Tabut Bencoolen  2019 kemeriahan  dan sukses dalam pergelarannya tak tertampikan lagi.

Festival seni budaya berbalut sakral yang berlangsung setiap 1-10 Muharram di Kota Bengkulu itu dinilai berbagia pihak terus membaik. Apalagi kini Kebudayaan Tabut sudah ditetapkan sebagai Top 100 Kalender Even Kementerian Pariwisata di tahun sebelumnya. Kini sudah masuk Top 30 Indonesia.

Pemprov Bengkulu kata Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah  akan terus berbenah menyajikan festival,  agar lebih ‘berkelas’ yang menarik perhatian dunia. “Ada beberapa catatan yang harus kita benahi dan kita siapkan. Namun, Festival Tabut tahun ini membanggakan. Apalagi antusiasme masyarakat juga meningkat, termasuk pergerakan ekonomi di dalamnya”, kata gubernur usai mengikuti arak-arakan Tabut Tebuang, Selasa (10/09/2019).

Pelepasan Tabut tebuang 2019 oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Menyinggung soal penataan panggung festival berikut expo pembangunan dan pelayanan serta UMKM termasuk pasar rakyat, sudah cukup baik dan ramai. Kendati demikian, kesadaran masyarakat agar turut menjadikan area festival menjadi lebih nyaman, masih perlu ditumbuhkan.

“Misalnya soal sampah, kita memang perlu siapkan sarana, dan kesadaran masyarakat perlu kita edukasi bersama, agar sadar wisata itu benar-benar membudaya. Tak hanya saat festival saja”, ungkap gubernur yang  optimis  usai penataan dan perehaban  Lapangan Merdeka Bengkulu yang saat ini, sajian Festival Tabut 2020 bisa lebih meriah dan lebih baik. Promosinya juga harus lebih luas nantinya.

Dia  juga mengapresiasi keterlibatan lintas instansi serta seluruh lapisan masyarakat, yang turut berpartisipasi memeriahkan seluruh rangkaian agenda festival. Dirinya mengatakan, rangkaian festival yang kondusif dari awal hingga akhir. Ini tak lepas dari sigapnya kerja sama TNI, Polisi dan Satpol PP.

Khusus pada agenda penutup Tabut ini, pawai arak-arakan Tabut Tebuang, Gubernur  memberikan catatan,  agar route pawai bisa lebih dikemas menarik. Sehingga, ritual sakral dalam rangkaian arak-arakan, bisa menjadi sajian wisata yang lebih menarik.

“Kabel yang masih menggangu pada route pawai arak-arakan misalnya, itu perlu kita tata. Kemudian rangkaian pawai Tabut mungkin bisa diklasifikasikan, sehingga masyarakat tahu ini Tabut Sakral, ini Tabut Pembangunan”. (ck/mc)

 

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.