Film Pendek ‘’Botoi Botoi’’ Mulai Latihan Dialog

Perisapan fillm pendek "Botoi-Botoi"

Bengkulu, SM– Pemain film pendek ‘’Botoi Botoi’’ mulai memasuki sesi latihan dialog. Latihan pemahaman dan penghayatan dialog dan karakter peran itu ditangani langsung Rahman Jasin selaku sutradara. Latihan diselenggarakan di kawasan wisata Tapak Padri, Kota Bengkulu, Rabu, (16/1).

Pemain pendukung film ‘’Botoi Botoi’’ itu terdiri dari Anton Supriadi sebagai Safril, Sarifah (Nurjanah), Wely Yaswan (Adnan), Ipe (Rosidah) dan Riki (Pedagang ikan). Ditambah, Antok Bengkulu dan Totok Suprapto sebagai depkolektor penagih utang. dua rentenir, Desi Eko Riani dan Desi. Dibantu masyarakat nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu, Pulau Baai dan pemangku adat Kelurahan Berkas.

Ada dua penggiat budaya Bengkulu, Novi Ariansyah dan Cik Buyung. Selain itu, latihan juga disaksikan crew unit produksi. Diantaranya,  Asep, Edy drone, Atheng, Arul dan Rita Aprianto. Latihan berlangsung santai tapi serius.

‘’Saat ini, para pemain sudah mulai melepaskan teks dialog di skenario. Sehingga, para pemain sudah mulai mengembangkan penghayatan peran,’’ kata Rahman Jasin yang akrab disapa Maman Kumbu kepada potretbengkulu.com.

Dikatakan, film pendek ‘’Botoi Botoi’’ yang skenarionya ditulis Rahman Jasin ini digarap secara gotong royong atau  ‘’keroyokan’’  beberapa sineas muda Bengkulu.

Ini juga dibantu dibantu Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan dan Wawali, Dedi Wahyudi. Bantuan yang diberikan berupa sarana dan prasana pendirian Posko Korban Bencana Tsunami. Posko ini akan diperkuat  tim kesehatan, sosial,  tagana, BPBD, PMI , SAR dan Basarnas. Termasuk personel TNI-Polri

‘’Kendati penuh dengan keterbatasan, khususnya keterbatasan biaya produksi, namun, kawan-kawan sudah bersepakat untuk menjadikan film Botoi Botoi’’ ini menjadi salah satu karya yang membanggakan Bengkulu. Karena film pendek ini akan diikutkan dalam festival film pendek nasional 2019’’,  ujar Rahman.

Menurut Rahman Jasin, film pendek ‘’Botoi Botoi’’ mengisahkan sisi kehidupan nelayan pesisir Kota Bengkulu. Yakni, keluarga Safril. Nelayan miskin yang memiliki 1 istri (Nurjanah) 1 anak (Ipe) dan 2 adiknya, Adnan (Wely) dan Asril yang diperankan Totok. Keluarga nelayan ini terlilit utang dan  menjadi korban tsunami.

Potret keluarga nelayan pesisir Kota Bengkulu itu digambarkan secara jelas melalui bahasa yang digunakan yakni bahasa melayu Bengkulu. Karakter peran yang mengedepankan karakter khas masyarakat pesisir. Serta lokasi shotingpun menggunakan beberapa lokasi di kawasan pesisir.

‘’Jika dilihat dari semangat kawan-kawan pemain dan tim produksi, kita optimis film pendek Botoi Botoi ini, bisa tercatat  sebagai salah satu nominator terbaik’’, ujar Rahman Jasin. (rjs)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.