Fitnah, Sebabkan Ratusan Karyawan PT BMQ Dirumahkan

PT BMQ dan legal standing . net

Bengkulu, SM – Satu persatu fitnah yang dialamatkan kepada PT Bara Mega Quantum, kebenarannya mulai terkuak. Mulai dari polemik kepemilikan PT BMQ yang selama ini diklaim oleh PT Borneo Suktan Mining (BSM). Peristiwa terbakarnya mobil karyawan PT BSM hingga fitnah PT BMQ di Ombudsman RI.

Soal polemik kepemilikan PT BMQ, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah telah mengeluarkan surat Nomor 180/230/ESDM/2019 tanggal 26 Maret 2019. Isinya, mempertegas status kepemilikan PT BMQ, seperti yang tertuang dalam point 1 surat tersebut.

Berdasarkan pertimbangan berbagai aspek legal yang dimiliki PT BMQ, dinyatakan kalau Direktur PT Bara Mega Quantum adalah Saudara Dinmar Najamudin dan dinyatakan sah sampai saat ini.

Surat Gubernur tersebut menanggapi surat Bupati Benteng tanggal 18 Maret 2018, Nomor : 180/41/2019 Perihal Penyelesaian Masalah PT Bara Mega Quantum Bengkulu. Dalam membuat surat tanggapan tersebut,  Gubernur Bengkulu memperhatikan berbagai aspek.

Pertama Undang–Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan berita acara rekonsialisasi serta singkronisasi data izin usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, antara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bengkulu, dengan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bengkulu Tengah nomor: 503. 1/1250/ESDM/21.540.5 Tanggal 16 Agustus 2016

Data izin Usaha Pertambangan Batubara PT. Bara Mega Quantum yang diterima jelas Humas PT BMQ, Made Darmawan adalah surat keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor 468 Tahun 2013 tentang perubahan kedua peta dan kordinat atas Keputusan Bupati Nomor 339 Tahun 2010 izin usaha pertambangan operasi produksi BMQ (KW.BT.010-024),  yang merupakan turunan dari keputusan Bupati Bengkulu Tengah Nomor  267 tahun 2011 tentang Persetujuan Perubahan Direksi dan Pemegang Saham PT. Bara Mega Quantum (KW.BT.010-024) di Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Berdasarkan hal tersebut, maka dinyatakan sebagai direktur PT. .Bara Mega Quantum adalah saudara Dinmar Najamudin dan dinyatakan sah sampai saat ini”, jelasnya sep[erti tertulis oleh  Gubernur Bengkulu.

Gubernur Bengkulu tegas Made,  tentu saja merujuk kepada semua legalitas PT BMQ yang dikeluarkan oleh instansi terkait,  seperti Izin Kuasa Pertambangan Eksplorasi Nomor:  282 Tahun 2007 dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Selanjutnya berturut-turut keluarlah sertifikat Clean and Clear (CnC)  CnC Nomor 707/Bb/03/ 2016 yang merupakan ijin terakhir dari Kementrian ESDM.

Legal Corporate dan kuasa hukum PT BMQ Antono, SH. MH kepada wartawan mengungkapkan, satu-satunya dokumen yang dipakai untuk mengklaim kepemilikan PT BMQ adalah putusan Mahkamah Agung (MA). “Dimana PT BSM melalui juru bicaranya Eka Nurdiyanti sengaja mengaburkan putusan MA tersebut dengan mengatakan bahwa pihak mereka menang di tingkat kasasi (MA)”, jelasnya.

Padahal, jelas Antono,  Mahkamah Agung  tidak memutuskan kalah atau menang dalam perkara antara PT BMQ dan PT BSM. Mahkamah Agung dalam putusannya, mendorong agar kedua belah pihak melaksanakan perdamaian, yang dituangkan dalam akta perdamaian. “Sekadar catatan, akta perdamaian disusun sendiri dan dimintakan pengesahannya sendiri oleh pihak PT BSM. Merekapun paham tentang isi akta perdamaian dan konsekuensinya yang dikuatkan dalam putusan MA”, jelas Antono. (rls)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.