Fungsi Boleh Berubah, Keaslian Cagar Budayanya Tidak

Salah satu Gudang Peninggalan Koloni Inggris yang kini alih fungsi jadi cafe. Adakah perubahan bentuk?

Bengkulu, SM – Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan RI,  DR Drs Firta Arda menegaskan,  cagar budaya boleh saja beralih fungsi, asal jangan merubah keasliannya

Ini menjawab ada  bangunan atau gedung bersejarah di Provinsi Bengkulu yang beralih fungsi, bahkan merubah bentuk.

Alasan  Firta , usai memberi sambutan  di Benteng Marlborough, Sabtu malam (28/09/2019), saat ini diberlakukan  pelestarian  berwawasan pemanfaatan,  pemanfaatan berwawasan pelestarian. Bila itu menyimpang dari aturan,  perlu kita kistisi. Kenapa itu terjadi. Seharusnya tidak menghilangkan nilai sejarahnya.

Dirinya berhaap pada teman-teman komuntas, bagaimana cagar  budaya yang ada lestari sepanjang masa. Soal mungkinkah  cagar budaya yang ada di Provinsi Bengkulu dikembaikan saja oleh daerah masing-masing, Firta hanya menjawan hanya pengelolaannya saja.

Dalam Undang-undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya disebutkan,  bahwa kawasan cagar budaya akan ada badan pengelola dari pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.  “Untuk Cagar Budaya Bengkulu sekarangkan sudah dikelola oleh pemerintah daerah. Karcis  untuk masuk cagar budayakan ditarik oleh pemerintah daerah. Hanya saja, mungkin komunikasinya saja yang perlu kita bangun, sehingga tidak tejadi salah hubungan”.

Harapannya, bagaimana situs yang ada bermanfaat dan bisa lestari. “Daerah bisa kelola kok”, jelasnya (ck)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.