Garda Rafflesia dan Penggiat Seni Budaya Bengkulu Sosialisasikan Pilkada 2020

Sekretaris Garda Rafflesia Provinsi Bengkulu, Mahmud Yunus, M. Pd dalam sambutannya.

Bengkulu, SM – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu gelar  Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2020.  di Hotel Kuala View, Selasa, 17 November 2020.

Sosialisasi yang melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Rafflesia  Bengkulu itu,  bertema  “Seniman  Ayo Memilih”.  Hadirkan  dua narasumber berkompeten serta  representatif, yakni Anggota KPU Provinsi Bengkulu,  Emex Verzoni SE. Praktisi Seni dan Budaya  Provinsi Bengkulu,  Nadi Hariyansyah  M. Pd  yang dipandu  moderator  H  Evan Trijasa M. Ikom .

Dalam sambutannya, Sekretaris Garda Rafflesia Provinsi Bengkulu, Mahmud  Yunus,  M. Pd  menyampaikan,  dalam tahapan kontestasi Pilkada 2020,  peran seluruh elemen masyarakat sangat penting  untuk  aktif untuk kesuksesan    Pilkada.  Para seniman,  penggiat seni dan komunitas lainnya dapat  berperan dan berpartisipasi..

“Hal inilah  yang melatar belakangi dalam sosialisasi  kali ini,  untuk menghadirkan para seniman,  penggiat seni serta komunitas di Bengkulu,  agar menggunakan hak pilihnya dengan baik dan  tidak Golput “.

Sebenarnya  jelas Mahmud, dalam acara sosialisasi  kali ini,  pihaknya ingin mengundang lebih banyak kelompok seni dan budaya.  Namun,  karena menjalankan himbauan pemerintah soal protokol Covid-19, maka hanya beberapa perwakilan kelompok yang dihadirkan. “Tapi Insa Allah,  tidak mengurangi esensi dari tujuan dalam  kegiatan ini”.

Narsum saat pemaparan sosialisasi Pilkada.

Anggota KPU Provinsi Bengkulu,  Emex Verzoni, S.E pada paparannya yang  menjelaskan,  KPU siap menyelenggarakan Pilkada aman dari Covid-19. Tentunya  tanpa mengesampingkan nilai-nilai demokrasi dalam melaksanakan Pilkada.   Revisi Peraturan KPU (PKPU) telah dilakukan, yang disesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19.  Berbagai peraturan dan ketentuan baru  diundangkan, guna memastikan Pilkada aman meski di tengah pandemi.

“Hal baru itu diantaranya adalah 500 pemilih dalam satu TPS. Pengaturan kedatangan, penggunaan sarung tangan, desinfeksi TPS.  Pelindung wajah,  masker, tinta tetes, tidak bersalaman termasuk  KPPS sehat, dilarang berdekatan, cek suhu serta mencuci tangan”, papar  Emex.

Perubahan  lainnya pada  peraturan sistem kampanye. Peserta fisik kampanye rapat umum,  rapat terbatas  dan debat publik pada masa pandemi Covid-19 ini,  sesuai amanat PKPU 10  Tahun 2020  dibatasi.  Jika rapat umum,  hanya diizinkan dihadiri maksimal 100 orang.  Rapat terbatas dan debat publik maksimal hanya 50 orang saja.

“Penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi secara eksplisit dalam PKPU sudah disebutkan ketentuan jumlah massa yang hadir. Ada yang  maksimal 50 orang, ada juga 100 orang”.

Pengiat seni dan budaya,  Nadi Hariyansyah  juga menimpali, ia mengajak seluruh pelaku seni dan budaya di Provinsi Bengkulu ini,  agar menggunakan hak pilihnya  pada tanggal  9 Desember 2020 mendatang.  Tak hanya itu,  para seniman  diharapkan menjadi pelopor untuk mengkampanyekan pentingnya Pilkada kepada masyarakat. Bisa melalui komunitas masing-masing,   dengan tujuan agar masyarakat tidak Golput.

“Mari sama-sama kita berperan aktif di 9 Desember 2020 ini,  agar Pilkada berjalan damai, sehat dan bermartabat”, ajak  Nadi (Adv)  Laporan: Garda Raflesia

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.