Gedung Balai Adat Untuk Seni dan Budaya Bengkulu

H Ahmad Kanedi SH

Bengkulu, SM – Sejak Tahun 2003, Kota Bengkulu sudah mengesahkan  Perda No 29 Tahun 2003 tentang Pemberlakuan Adat Kota Bengkulu. Baru 17 Maret 2012,  Pemerintah Kota Bengkulu mampu membangun  Gedung Balai Adat  megah permanen, di Kelurahan Teluk Segara.

Saat itu pemberlakuan seni budaya adat Melayu Bengkulu gencar dilakukan, sesuai dengan ruh yang ada di masyarakat Bengkulu , dalam menjaga adat istiadat, kebudayaan lokal yang hidup.  Namun itu tak berlangsung lama, adat istiadat Bengkulu itu buram, seiring  pergantian  kepemimpinan  hingga saat ini.

Apalagi ada rencana pihak DPRD Kota untuk mengalih fungsikan  Gedung Balai Adat Kota Bengkulu itu, untuk dijadikan  Kantor Dinas Pariwisata  Kota.  Hasil investigasi  report menunjukan,  bahwa Gedung  Balai Adat yang fungsi awalnya   menurut mantan Wali Kota Bengkulu, H Ahmad Kanedi SH kala itu, dapat  dimanfaatkan untuk peningkatan  seni dan budaya, maupun pertemuan forum-forum masyarakat  adat yang ada di Bengkulu.

Gedung Balai Adat yang sempat diterbengkalaikan.

Tak hanya itu kata Bang Ken, gedung itu juga dapat dimanfaatkan untuk  seni budaya, pernikahan, musyawarah, perpisahan termasuk  wisuda di gedung yang bernuansa nilai adat dan budaya Bengkulu ini.

Saat pembangunan  Gedung Balai Adat Kota Bengkulu yang sempat diberi nama  Gedung  Fatmawati Balai Agung Adat Bengkulu itu, dibangun melalui tiga tahap pembangunan. Dimulai Tahun  2009 dan membutuhkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebesar Rp10 Miliar.

Bang Ken sendiri saat dimintakan konfirmasinya soal penelantaran dan mengalihfusian Gedung Balai Adat Bengkulu itu, tak banyak memberikan tanggapan.  “Adat dan budaya orang dipakai, Adat budaya Bengkulu sendiri  ditinggalkan”, ungkap  Bang Ken, Jumat (08/11/2019). (ck)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.