Girik Cik: Bengkulu 2021 ‘Ganti’ Bumi Rekor Muri

Menggirik di alam demokratisasi

By: Cik Ben

Trend untuk meraih rekor Museum  Rekor Indonesia (MURI) sudah merlangsung  sejak zaman Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin hingga kini, era Plt Gubernur Rohidin Mersyah.  Ini tentunya merupakan ulah baik dan mendidik bagi Provinsi Bumi Rafflesia

Bila tidak sampai Provinsi ini populer, paling tidak kegiatan yang dilakukan pemimpin pemerintahan tercatat dalam daftar, buku rekor. Bila tidak untuk sekarang, mungkin Tahun 3030 mendatang. Kata kuncinya adalah, “lebih baik berbuat, dari pada tidak sama sekali”. Ini merupakan alternatif atau pilihan dalam menentukan agenda atau program. Mungkin.

Kenapa mungkin? Karena tidak ada yang tidak mungkin di muka bumi ini. Mukhinul wujud. Raih rekor Muri tokok dhol terlama sudah. Panjat Pinang terbanyak sudah, hingga festival kain batik besurek dan lainnya.  Semua itu positif.

Paling tidak itu yang dipikirkan oleh Si punya ide dan penyelengaranya. Apalagi Museum Rekor Indonesia (MURI) juga merupakan lembaga swadaya masyarakat  yang bertugas menghimpun data dan menganugerahkan penghargaan terhadap prestasi superlatif karsa dan karya Bangsa Indonesia.

Sifat positif itu selalu berawal, disebabkan akibat dari ulah telat dan khilaf. Kalau telat maka jadi. Kalau khilafpun juga jadi positif. Tindaklanjutilah semua itu. Bila kagak, alamat kelar dah hidup loe (Maaf pakai baso Jekerta dikit eh. Tapi jangan pulo diartikan bunting yo….).

 Ulah Rekor Muri

Rekor MURI dijadikan ajang untuk memperkenalkan, mempamerkan apa yang ada di daerah. Harapannya, agar Provinsi Bengkulu menjadi terkenal dan dikenal lokal maupun  internasional.

Hanya saja, baiknya yang ingin dikenalkan itu yang edukatif. Jangan seperti Panjat Pinang yang di pertontonkan. Itu sebuah pertunjukan senang melihat orang susah. Apalagi mencari filosifi pembenaran atas suatu perjuangan.

Misalnya lagi, membuat seribu kamar mandi di dalam laut Bengkulu. Harapannya  hendak raih  rekor MURI. Bila hal itu di publish, dapat dijadikan ajang  spot selfie para wisatawan.  Hal yang begini Sepeti Hebat. Uang habis, bermanfaatpun tidak. Apalagi misalnya,  membuat rekor MURI jalan raya terburuk Se-Indoonesia, dengan lubang terdalam paling banyak.

Tapi sudahlah. Kini Provinsi Bengkulu sudah terkenal dengan banyak raih rekor MURI. Yang belum mungkin,  pembangunan rel kereta api terlama. Pembangunan terowongan sepanjang kurang lebih 300 Meter terlama. Tentunya kalau itu dapat di rekorkan tanpa biaya banyak, maka 2021 Provinsi Bengkulu dapat ganti julukan, “BUMI REKOR MURI” menganti BUMI RAFFLESIA.

Wartawan tinggal di Bengkulu      

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.