Girik Cik: Kota Marlborough dan Andaikata

By: Cik Ben

Marlborough town di Inggris. Foto: Foto: www.visitwiltshire.co.uk

Bila dunia ini belum terkuak kayak zaman dahulu, kita sangka hanya Kota Bengkulu yang  melekat nama Marlborough. Anak Negeri Bengkulu menyebutnya Malabero.

Ternyata  di dunia ini nama Marlborough itu populer. Ada di berbagai tempat di negara lain, bahkan merupakan wilayah keren sepeti halnya di Inggris. Se-ngetop nama Bencoolen yang di berbagai negara sering nama Bencoolen dipakai. Itu dua nama yang ada di Kota Bengkulu  peninggalan Koloni Inggris.

Pertanyaan terlintas dibenak kita adalah, apa yang sudah kita berdayakan atas nama keren, untuk menarik wisatawan atau untuk mempopulerkan Provinsi Bengkulu kedepan? Tentu agar wisatawan, investor datang dan hal  lainnya yang dapat memajukan provinsi Ini.  Soal siapakah  yang berwenang untuk memberdayakannya?

Untuk itu tak ada jawaban, koment. Takut ada yang tesunging. Tak pula bermaksud mengusulkan, berandai-andai untuk merubah nama Kota Bengkulu menjadi Kota Marlboroughpun tidak.  Tapi terserahlah. Yang jelas ini menarik dan di Inggris  ada Kota Marlborough.

Ternyata kata Marlborough itu ialah sebuah kota pasar yang terkenal. John Churchill diangkat sebagai adipati Marlborough atas jasa militernya sebelum dan selama Perang Suksesi Spanyol. Kota ini berada di Sungai Kennet , 24 mil (39 km) utara Salisburydan 10 mil (16 km) tenggara dari Swindon.

Untuk mengingat jasa John Churchill itu pulalah Benteng Marlborough di kota Bengkulu di berinama. John Churchill, seorang bangsawan atau adipati Marlborough (Duke of Marlborough).  John juga seorang Jenderal perang Kerajaan Inggris yang sangat terkenal dan terhormat pada masanya (1650-1722)

Wilayah awalnya di Marlborough itu merupakan  tumulus atau bukit pemakaman. Gundukan  prasejarah setinggi 62 kaki (19 m)  sejak sekitar 2400 SM. Gundukan adalah situs pemakaman Merlin Barrow.  Sebuah wilayah yang abad pertengahan untuk tanah berkapur “napal”.

Bila kita cocokan dengan lokasi berdirinya Benteng Marlborough, yang juga didirikan diatas gundukan tanah di lokasi yang dulunya di sebut oleh anak  Negeri Bengkulu sebagai  daerah Ujung Karang. Benteng kedua  peninggal;an koloni Inggris yang didirikan diatas gundukan tanah.

Fort Marborough di Provinsi Bengkulu Indonesia ini, merupakan benteng pertahanan, selain berfungsi sebagai pusat kantor dagang Inggris (East India Company) di Pantai Barat Sumatera.

Namun penelitian yang lebih baru, dari ahli geografi John Everett-Heath , mengidentifikasi nama asli tempat Anglo-Saxon sebagai Merleberge , dengan turunan dari nama pribadi Mærle dikombinasikan dengan beorg (bukit), atau meargealla beorg : Bukit tempat gentian tumbuh.

Jadi setelah tahu bahwa ada  salah satu negara yang mengunakan nama Marlborough, bahkan mengingat jasa seorang pahlawan Inggrispun melekat di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu Indonesia, dengan Benteng Marlborough yang kini masih tegak berdiri. Entah mengapa, tiba-tiba saya mulai punya usul, “Ulek bulu uleh durian. Usul dulu, idak terimo soal kendian”.

Usulnya untuk kepentingan wisata dan investor. Maksud lainnya adalah  untuk ngalemi orang Inggris. Entah itu pihak kerajaan atau warga negaranya yang pengusaha. Paling tidak wisatawan jadi sering ke Kota Bengkulu untuk mengingat, kalau mereka pernah bercokol lama di negeri ini. Syukur  bila mereka tergugah ingin berinvestasi di Provinsi Bengkulu (Tentunya jangan kita ceritakan, bahwa tongkat Raja Bengkulu yang sempat dihibahkan hilang, raib tak terungkap).

Apalagi bila ada wacana untuk merubah, menjadikan Kota Marlborough Provinsi Bengkulu Indonesia, untuk menganti nama Bengkulu. Seperti Tahun 2008, ada wacana untuk merubah nama Kota Bengkulu menjadi Kota Bencoolen. Tentu tujuannya sama untuk Provinsi Bengkulu. “Mecamana dan mohon maaf kalau ini ngejut-ngejut aja”.

*Penulis/wartawan tinggal di Bengkulu        

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.