Helmi Hasan: SDN 62 Tak Ada Masalah

Helmi Hasan

Bengkulu,  SM –  Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan tegaskan, SD Negeri 62 Kota Bengkulu tidak ada masalah. Justru ada apa seakan – akan ada masalah?

Ini dikatakan Helmi Hasan di Masjid at Taqwa, saat dimintakan keterangan para wartawan, soal nasib para murid SD Negeri 62 kedepannya.  “Aa…..SD 62 nggak ada masalah,  SD 62 nggak ada masalah. Justru ada apa seakan-akan ada masalah. Ngak ada masalah dengan SD 62”, tegas Wali Kota Helmi berulang.

Pemerintah Kota Bengkulu jelas Helmi,  sudah menyediakan sekolahnya. Jadi tidak ada persoalan. Tapi kalau orang tua siswa ingin pindah, pemerintah kota tidak bisa menghalangi  orang tuanya ingin memindahkan anaknya. “Dia misalkan mau disekolahkan di pondok boleh. Dia mau seolah di home school boleh. Dia mau disekolahkan di Kabupaten Rejang Lebong boleh. Silahkan tidak ada yang menghalangi”, kata Helmi.

Mendengar  kalimat  Rejang lebong, sempat terjadi bahasan  kalangan wartawan.  Mungkinkah itu karena  niat baik Bupati  Rejang Lebong  Ahmad Hijazi yang  memperbolehkan  lahannya dijadikan tempat proses belajar mengajar? Lokasi itu berada Jalan Merawan, Sawah Lebar Kota Bengkulu.

Helmi Hasan terakhi bilang, bila ada yang masih masuk sekolah, maka pemerintah kota  menyediaan sekolahnya. Gurunya lengkap. Tempatnya aman. Semuanya tidak ada masalah.

“Tapi untuk pembangunan kedepannya.  Lahannya sudah kita anggarkan. Tinggal kita cari yang terbaik dan anggaran untuk membangun sudah dipersiapkan pemerintah pusat”.

Bingung

Pernyataan Wali Kota Helmi Hasan tampaknya berlainan dengan ejadian sebelumnya.  Pada Kamis 22 Agustus lalu, para orang tua, wali murid SDN 62 Kota Bengkulu bersama paraa pelajar kembali melanjutkan aksi demonstrasi,  penolakan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bengkulu, Helmi Hasan.

Ada sekitar 15 anak didampingi wali murid, sempat menggalang dana, mencari dana tambahan untuk membantu Pemkot Bengkulu membayar lahan SDN 62 ke ahli waris.

“Benar, ini tanda protes kami terhadap pemerintah, terutama Helmi Hasan selaku Wali Kota Bengkulu,  yang tidak menggubris permohonan kami sebagai wali murid, agar anak-anak kami ini pendidikannya dikembalikan lagi di SD 62 di Sawah Lebar.

Sebagai sikap protes keras kami mengajak anak-anak ini untuk menggalang dana di Simpang Lima Ratu Samban,  ada 15 murid yang kami antar ke sana beserta wali murid dan dana ini akan kami serahkan ke pemerintah kota, sebagai tambahan uang untuk membayar gantirugi kepada ahli waris”,  kata Korlap Aksi,  Ujang Sayidina.

Sebagai tanda mogok jelasnya,  mereka  ajak anak-anak numpang belajar di tanah Bupati Rejang Lebong, A Hijazi. Mereka  sudah minta izin dan kami diberikan izin untuk beberapa waktu melaksanakan proses belajar di sini.  Aksi ini akan terus berlanjut,  hingga aspirasi atau keluhan mereka ditanggapi Pemkot. (ck/garuda daly)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.