IMMawati Tangguh Bervisi Berkemajuan

IMMawati siap memberikan kontribusi pada kemajuan Provinsi Bengkulu

Bengkulu, SM – Aktivis perempuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMMawati) gelar seminar dan diskusi bertemakan “The Power Of Woman: Perempuan Cerdas, Berkarakter, Pembawa Perubahan” di Aula Pimpinan Wilayah Aisyiyah, Kampus 1Universitas Muhammadiyah Bengkulu,Jalan Bali, Minggu, (16/12).

Aktivitas yang dilaksanakan oleh PK IMM Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan menghadirkan tiga pemateri, Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Benny Hakim Benardie, yang memaparkan tentang sosok Ibu Negara Fatmawati, sebagai puteri dari Provinsi Bengkulu.

Dikatakan Benny, Fatmawati  merupakan sosok populer secara nasional dan  mendunia. Pertanyaanya adalah, seberapa besar peran Fatmawati untuk Provinsi Bengkulu? Itulah pokok pembahasan yang harus di diskusikan. “ Yang jelas, dengan koneksi dan relasinya, Ibu Fatmawati berperan terbentuknya Provinsi Bengkulu”, katanya.

Fatmawati itu yang dapat di ambil contoh bagi para IMMawati salah satunya, bagaimana teguhnya ia memegang prinsip enggan di ‘Madu’.  Sekali dia genggam pendirian, maka ia pegang tuguh, dengan ‘mengatup, menekan gerahamnya’. Tapi beberapa besar perannya, itu kembali penilaian kita masing-masing sesuai fakta dan data yang ada.

“Yang penting kita jangan melestarikan kebohongan fakta sejarah”, ujar Benny Hakim Benardie.

Pemateri Dra Miswanti Yuli, M.A yang membahas soal  Gender dan  Derajat dalam Islam memaparkan, kesamaan kedudukan perempuan dan pria  dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Dalam pandangan Islam, kedudukan perempuan dan laiki-laki sama. Yang membedakan kodratnya saja. Tiga kodrat wanita yang tidak dimiliki laki-laki adalah mengandung, melahirkan dan menyusui. Namun, dalam kehidupan rumah tangga, laki-laki tetaplah pemimpin yang tidak bisa digantikan oleh perenpuan”, jelasnya.

Berbicara kesetaraan gender atau emansipasi wanita, kata Miswanti Yuli, hal  itu sudah ada sejak zaman Rasulullah. “Beruntunglah wanita, karena Islam memuliakan wanita”, tegasnya dihadapan para IMMawati.

Pemateri ke tiga, Ayunda Nurisah S.Sos juga paparkan dan mengajak para IMMawati yang sholeha dan selalu berpegang teguh pada Al-quran dan hadist, IMMawati himbaunya,  harus berpikir kedepan tanpa ada rasa mengeluh di setiap masalah yang menimpa.

“Sebagai IMMawati harus senantiasa menjalankan Tri  Kompetensidalm IMM. Setiap orang yang pernah menghina kita di masa lalu, jangan pernah membenci dan mengigatkan masa lalu itu. Tetap selalu jalankan silahtuhrahmi dan berbuat baik kepada mereka” pesannya.

Ayunda Nurisah mengingatkan, usai Dikususwati ini, dianjurkan adaya tindak lanjut  dari apa yang sudah di diskusikan. “IMMawati ini harus mencari  wadah yang telah tersedia.  Bukan hanya dilingkup internal saja,  tapi carilah di luar ruang lingkup kita”, ujarnya.

IMMawati  IMM pada masa ini sangat  tidak dikenal di dunia luar. Itu karena kurangnya IMMmawati IMM pada saat ini,  tidak pernah berkontribusi diluar ruang lingkupnya”, papoar Ayunda Nurisah pada diskusi yang prinsipnya menekankan pada kualitas isi materi ini, pada acara  Diksuswati yang ditutup oleh Sekbid IMMawati DPD Provinsi Bengkulu.

Pada akhir acarta, para peserta bertekad, berhrap dengan ikut Diksuswati ini, menjadi pelopor pembawa perubahan bagi IMMawati Bengkulu.(ck)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.