Inisiator GPR Tanggapi Pernyataan Polda Bengkulu

Kevin tengah orasi ditengah rekan seperjuangannya.

Bengkulu, SM – Salah seorang inisiator aksi Gerakan Pemuda Raflesia (GPR) Bengkulu, Kelvin Aldo tegaskan, pihak kepolisian merupakan mitra massa aksi dilapangan. Polisi  hanya menjalankan tugas.

“Polisi bukan lawan dari massa aksi. Polisi adalah mitra mahasiswa dilapangan. Lawan kami adalah ketidakadilan dan kesewenang-wenangan” jelas Kelvin, Sabtu (12/10/2019) via WhatsApp-nya.

Hal ini dikatakan Kelvin menanggapi pernyataan pihak Polda Bengkulu, soal pengerusakan mobil Patroli Jalan Raya (PJR),  Pada aksi massa tanggal 24 September 2019 lalu.

“Saran untuk kepolisian daerah Bengkulu, janganlah main diranah opini, terkait pengerusakan mobil pada aksi 24 September kemarin. Kalau memang sudah mengantongi siapa otak pengerusakan kendaraan tersebut,  silakan panggil, tangkap dan adili,  kita suport”, jelasnya.

Kami mahasiswa katanya, dengan tegas dan jelas saat itu menolak regulasi ngawur yang di buat oleh perwakilan rakyat di Senayan Jakarta. Tidak ada sangkut pautnya dengan yang lainnya, seperti ditunggangi, apalagi sampai mau menggagalkan pelantikan presiden terpilih.

“Mahasiswa menjalankan tugasnya untuk kontrol kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat”, ujar Kelvin  yang meyakinkan kedepan, mahasiswa akan ada tindaklanjut tuntutan dan kelanjutan dari aspirasi mereka.

“Kita kini sedang melakukan konsolidasi secara menyeluruh, untuk menentukan langkah apa yang akan diambil kedepannya. Soal aksi, kita sedang pikirkan. Apa akan kembali turun kejalan atau tidak, yang pasti dalam waktu dekat perangkat aksi akan mengumumkannya ke publik”, katanya. (ck)

 

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.