JMSI Berkolaborasi Membangun Kabupaten Lebong

Lebong, SM-Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bengkulu kian lebarkan ‘sayapnya’ hingga ke kota, kabupaten Se-Provinsi Bengkulu.

Usai sukses membentuk kepengurusan di sejumlah kabupaten, dari  Mukomuko, Bengkulu Utara hingga  Seluma, termasuk menunjuk mandataris pembentukan Pengurus JMSI Kota Bengkulu, kini JMSI  Kabupaten Lebong tebentuk.

“Insa Allah  pada November mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan HUT Provinsi Bengkulu ke-53, akan  digelar pelantikan Pengurus JMSI Provinsi Bengkulu, kabupaten dan kota secara serentak. Saat ini JMSI secara masif tengah membentuk Pengurus Cabang (PengCab-red) JMSI di sembilan kabupaten satu kota. Dalam waktu dekat, Pengcab JMSI Lebong segera”, ujar Sekretaris JMSI Provinsi Bengkulu, Doni Supardi (Kamis 24/06).

Nantinya kata Doni, pengurus daerah telah menunjuk Emzon Nurdin dari Fokusbengkulu.com sebagai mandataris dan diberi tugas membentuk kepengurusan JMSI Lebong. Termasuk mengkomunikasikan keberadaan JMSI ke stakeholder dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Lebong.

Beberapa waktu lalu, JMSI Provinsi Bengkulu sempat soan, bersilaturrahim langsung ke Kabupaten Lebong. Sempat audiensi dengan Bupati Lebong, Kopli Ansori dan sejumlah jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Lebong.

Bupati mensuport keberadaan JMSI di kabupatennya. Ada tiga hal yang menjadi point utama pesan bupati dengan slogan ‘Welcome To Bumi Swarang Patang Stumang’.

Pada prinsipnya, bupati Kopli mengajak JMSI berkolaborasi dengan pemerintahaan setempat, termasuk menyambut baik gagasan ‘ruang lain’ yang akan dirumuskan, diprogramkan bersama, antara JMSI dan Pemkab Lebong. Ini  dalam rangka mendukung pembangunan di Kabupaten Lebong.

Bupati Kopli juga berharap, media-media yang bergabung di JMSI untuk tidak lari dari Tupoksinya sebagai media massa. Khususnya dalam menjalankan fungsi kontrol. Sebab dirinya meyakini, media yang sebenar-benarnya akan memberikan dampak positif bagi kemajuan daerah.

Ia sangat mendukung upaya JMSI dalam menjaga marwah pers, mengedepankan profesionalisme, dan berkomitmen menjadikan media yang tergabung di dalamnya, untuk senantiasa menyajikan berita yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik. Bukan clickbait. Dirinya sendiri  tidak anti kritik, bahkan terbuka terhadap kritik yang konstruktif.

“Dari awal saya sampaikan,  kami tidak anti kritik. Tapi kami tidak suka hoaks. Kami siap dikritik. Kritik yang sifatnya membangun, yang memberikan masukan sekaligus mengingatkan kepemimpinan kami. Apalagi dalam mewujudkan masyarakat Lebong yang bahagia dan sejahtera, tak lepas dari peran serta media”,  tegasnya.

Dalam audensi penuh keakraban itu, Bupati  Kopli kembali  mengucapkan “Welcome To Bumi Swarang Patang Stumang” kepada JMSI. Pemerintah Kabupaten Lebong siap saling dukung. Saling support, siap bersinergi dan siap membangun kolaborasi apik, yang tidak hanya dalam konteks pemberitaan, tapi juga ‘ruang-ruang lain’.

“Selamat datang JMSI. Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Kami siap support dan mari kita bersinergi dalam membangun Kabupaten Lebong”.

Kilas JMSI Provinsi Bengkulu

JMSI adalah organisasi perusahaan media siber yang di deklarasikan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada  Sabtu, 8 Februari 2020 oleh perwakilan dari 21 provinsi. Bengkulu menjadi provinsi yang memiliki kontribusi besar pada acara deklarasi ini.

Dari 31 nama deklarator, empat di antaranya berasal dari Provinsi Bengkulu. Tak hanya itu, perwakilan dari Provinsi Bengkulu juga menjadi sekretaris panitia deklarasi, yang selanjutnya menjadi Pelaksana Tugas Sekretaris JMSI menuju Musyawarah Nasional (Munas) perdana JMSI di Provinsi Riau.

PengDa JMSI Provinsi Bengkulu resmi terbentuk berdasarkan hasil musyawarah mufakat sejumlah owner media siber di Provinsi Bengkulu, Minggu 16 Februari 2020 lalu. Pembentukan JMSI Bengkulu merupakan tindak lanjut dari Deklarasi JMSI di Banjarmasin.

Menurut  Ketua JMSI Provinsi Bengkulu, Riki Susanto, salah satu misi besar para deklarator JMSI untuk  membantu Dewan Pers melakukan pendataan perusahaan media siber di Indonesia. Tujuan besar ini tentu harus di dahului dengan cara menciptakan media siber yang benar-benar profesional. Seperti meningkatkan kompetensi SDM para jurnalis media yang tergabung di JMSI.

“Dalam konteks industri media massa, JMSI akan menjadi fasilitator dalam menciptakan ruang-ruang bisnis baru bagi media yang tergabung. Berkolaborasi dalam rangka membangun bisnis media yang sehat”, jelas Riki.

Tujuan lain kehadiran JMSI diharapkan menjadi filter,  agar informasi yang diterima publik benar-benar terverifikasi. Menjadikan media-media yang tergabung di JMSI sebagai referensi utama bagi masyarakat.

“JMSI juga harus menjadi organisasi arus utama dalam berkontribusi terhadap pembangunan. Bukan menjadi jurnalis privat, yang kemudian mengabaikan kepentingan public. JMSI harus menjadi pioneer”. (rls)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.