Juadah Tradisi Hari Raya Idul Fitri

Beda Gelamai dan Kelamai Tradisi Orang Rao Di Perak Malaysia

Apa beda kelamai dan gelamai? foto: Encik Rafizan

Bila di Bengkulu tiap menyambut Hari Raya Idul Fitri dulu masyarakat melakukan persiapan (Juadah) panganan tradisional, Gelamai yang di masak mengunakan kuali besar. Rasanya bisa saja tergantung musim buah durian atau tidak bila tidak, rasa manis tetap menjadi rasa.

Di  masyarakat Rao, Perak Malaysia juga ada tradisi itu. Hanya saja mereka menyebut itu dengan sebutan   Kelamai, bukan gelamai. Makanan Tradisional yang di Pulau Jawa Barat acap disebut dodol.

Seperti dodol  yang menggunakan bahan-bahan seperti tepung ketan, gula merah, santan, chrissy, minyak dan gula putih (Bengkulu mengunakan gula merah). Di Perak Malaysia mereka memasaknya seperti memasak lemang. di bakar. Nantinya gelamai atau kelamai itu disajikan pada tetamu yang datang kerumah.

Seperti di Bengkulu, dulu makanan ini seperti santapan wajib jelang Idul Fitri. Proses menyiapkan bahan untuk membikin kelamai membutuhkan jangka waktu yang lama dalam pengadonannya. Bahan yang dipersiapkan untuk di diamkan selama tiga hari, sebelum dimasukan ke dalam bambu untuk dibakar.

Tujuannya agar bahan sebati sepenuhnya dan membentuk corak tertentu pada potongan  kacang tanah yang sudah dimasak. Yang membedakan lemang dari perdamaian adalah bambu yang digunakan.

Cara memasak banyak seperti lemang, yang perlu dibakar di atas bara api sekitar lima jam. Kelamai ini tahan lama selama lebih dari sebulan,  bila betul cara penyimpanan rapih. (bb/peminat  sejarah  lama)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.