Kain Besurek Budaya dan Souvenir Dari Bumi Rafflesia

Gubernur Bengkulu dan Isteri kenakan Kain Besurek warna kuning.

Bengkulu, SM –  Kain Besurek merupakan salah bentuk  budaya yang ada di Provinsi Bengkulu. Awalnya hanya dalam bentuk tulisan arab melayu saja. Kini motifnya kian bertambah dengan dimunculkannya motif Bunga Rafflesia, sebagai icon Provinsi Bengkulu. Rencananya motif akan terus bertambah dengan flora dan fauna yang ada di Bumi Rafflesia ini

Pemerintah Provinsi Bengkulu hingga kini terus melakuan promosi atas budaya yang merupakan jati diri anak negeri ini. Tak hanya stakeholder, Gubernur Rohidin Mersya pun langsung turun tangan, agar kain besurek Provinsi Bengkulu ini dapat  setara dengan budaya kain bermotif yang ada di nusantara, bahkan internasional.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto (Baju ASN)

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto mengatakan, nantinya akan bermotifkan  flora fauna,  yang identik dengan Provinsi Bengkulu. Seperti burung kacamata yang ada di Pulau  Enggano.  “Ini semata,  agar Kain Besurek yang disajikan tidak monoton”, katanya  pada acara Kampung Besurek, di Lapangan Kelurahan Betungan,  Kota  Bengkulu pada  Selasa, (20/8).

Pada tanggal 2 Oktober tahun lalu, saat Peringatan Hari Batik Nasional Kain bersurek ikut andil mensukseskan acara itu, dengan mengusung tema “Eksotika Kain Besurek Bengkulu”. Kain Besurek ternyata mendapatkan apresiasi dari pengunjung.

Kain Besurek merupakan seni  budaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. , besurek (Bersurat/bertulisan) masuk dalam domain Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional. Basurek menjadi penanda akulturasi budaya tulis Arab di daerah Bengkulu khususnya.

Menuntut Pelaku Industri

Seperti diketahui, sebelum tulisan latin digunakan seperti saat ini, di masyarakat Melayu sebelum pertengahan abad 19 Masehi, sempat berlaku tulisan Arab berbahasa Melayu. Saat itu sebutannya bukan bahasa Indonesia, namun Bahasa Melayu Tinggi.

Gotri Suyanto mengatakan,  Warisan Kekayaan Budaya Tak Benda, Kain Besurek ini menuntut pelaku industri kreatif,  agar terus berinovasi menciptakan kreatifitas motif-motif unik. Tapi tidak meninggalkan ke khasan  Kain Besurek itu sendiri. Kreatifitas merupakan modal utama menghadapi tantangan global kedepan.   “Kain Besurek memiliki keunikan dan makna mendalam, di setiap ukiran tulisannya. Jika para pengrajin berinovasi tanpa meninggalkan ciri khas Kain Besurek, tentunya  akan menjadi nilai lebih”,  ujar Gotri

Motif pada besurek perlu diperkuat lagi, sebab besurek identik dengan motif huruf kaligrafi Arab tanpa arti. Pengrajinpun dapat mencoba ciptakan motif yang tidak monoton, agar minat masyarakat terhadap Kain Besurek semakin tinggi. Dapat kombinasikan dengan batik lain atau motif baru yang berbeda dengan memasukkan flora dan fauna khas daerah tadi.

Gubenur Rohidin Mersyah Saat mengunjungi Stand Batik Besurek binaan KPw BI Bengkulu dan Dekranasda Provinsi Bengkulu pada  pameran bertajuk Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (24/4/2019 lalu), menunjukan rasa bangganya akan kualitas dan kreasi Kain Besurek.

“Saya sangat bangga Kain Besurek Bengkulu bisa bersanding dengan ribuan batik dari Nusantara. Kain Besurek Bengkulu makin dikenal dan karakternya yang unik makin tampak”,  kata Gubernur Rohidin di JCC Senayan saat itu.

Sebagai Icon khas Bengkulu, pengembangan Kain Besurek kian menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu dan lembaga, badan vertikal lainnya yang ada. pengembangan Kain Besurek dapat menopang pengembangan kepariwisataan di Provinsi Bengkulu jelas gubernur, termasuk Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai penopang perekonomian Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan  yang hadir dalam acara Kampung Besurek, di Lapangan Kelurahan Betungan,  Kota  Bengkulu acara Kampung Besurek, di Lapangan Kelurahan Betungan,  Kota  Bengkulu menyampaikan,  kegiatan yang dilaukan dinasnya,  sebagai wujud pelestarian budaya Bengkulu. Ini agar Kain Besurek semakin berkembang dan industri kreatif terus memproduksi Kain Besurek. Sehingga nilai ekonominya semakin meningkat dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Hadirnya kampung besurek diharapkan menjadi icon wisata dan menarik minat wisatawan,  agar mengetahui secara langsung proses pembuatan Kain Besurek. Bahkan mencoba ikut membatik. Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin Kain Besurek yang ada di Provinsi Bengkulu”, jelas Irsan. (mc/ck)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.