Kawasan Industri di Kabupaten, Kota Se-Provinsi Bengkulu Mungkinkah?

Gubernur Bengkulu berharap Tahun 2019 ada kawasan industri.

Kaur, SM –  Kabupaten dan kota Se- Provinsi Bengkulu diupayakan  dalam Tahun 2019 ini,  punya kawasan industri. Saat ini, hanya beberapa kabupaten saja yang ada dan sudah menetapkan daerahnya sebagai kawasan indutri.

Tekad ini mendapat dorongan  Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dengan membentuk  regulasi peraturan daerahnya masing-masing. Tentunya, untuk mengembangkan industri daerah, harus diperhatikan adanya nilai tambah pada proses produksi.   Fungsi nilai tambah itu, menyerap tenaga kerja, meningkatkan perkapita serta mampu mengurangi kemiskinan.

Hal itu dimaksudkannya, agar indutri yang akan dijadikan produk daerah,  dapat benar-benar menjadi suatu produk unggulan guna mendongkrak ekonomi daerah tersebut.

“Cara berfikir seperti ini saya harapkan lengkap betul di kepala dinas itu, ketika menentukan industri apa yang akan dipatenkan”,  kata gubernur saat menghadiri Rakor dan Sosialiasi Penyusunan Program  Kegiatan Bidang Perindustrian Dan Perdagangan Se- Provinsi Bengkulu,  Tahun 2020 serta Sosialisasi Halal Produk Mocaf, di Gedung Sentral Kuliner Kota Bintuhan, Kabupaten Kaur beberapa hari lalu.

Disamping itu, perlu juga diperhatikan indikator lainnya seperti, ketersedianan bahan baku, masyarakatnya sudah terbiasa dengan industri tersebut, serta tekhnologinya relatif mudah untuk digunakan.

Informasi yang diperoleh suaramelayu.com menyebutkan,  Dibangunnya kawasan industri, diharapkan dapat memberikan dampak. Memberi kemudahan bagi dunia usaha untuk memperoleh kaveling industri siap bangun, yang sudah dilengkapi berbagai infrastruktur yang memadai.  Memberi kepastian hukum lokasi tempat usaha, sehingga terhindar dari segala bentuk gangguan dan diperolehnya rasa aman bagi dunia usaha. Mengatasi permasalahan tata ruang dan sekaligus mengendalikan masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan industri.

Pembangunan suatu kawasan industri,  memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Harus memenuhi kaidah-kaidah kelayakan teknis, ekonomis dan finansial; di samping dukungan peraturan dan kebijakan pemerintah yang kondusif, yang diatur dalam suatu Pedoman Teknis Kawasan Industri. Dengan adanya Pedoman Teknis Kawasan Industri ini, diharapkan Pemerintah Daerah kota, kabupaten dan instansi terkait lainnya, dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi para pelaku investasi dalam upaya pengembangan kawasan industri di daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kaur ,Nandar Munadi mengungkapkan, sektor industri dan perdagangan yang ada di Kaur, masih jauh untuk dapat bersaing dengan provinsi lain. Sedangkan di daerah Kaur ini memiliki potensi dan SDA yang berlimpah.

Menurut Nandar,  karena produk yang dihasilkan sulit untuk dipasarkan dan dikembangkan,  akibat kurangnya SDM dan anggaran yang ada.  “Percuma kita punya industri, namun tidak ada pemasarannya”,  katanya.

Dengan sosialisasi ini diharapkan,  dapat menghasilkan ide dan inovasi yang dapat diterapkan.  “Semoga dapat memberikan sesuatu bagi perkembangan industri kuliner di Provinsi Bengkulu ini”.  (mc/cik)

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.