Keberadaan Dinda Aisyah Fitriani Masih Ditelusuri

Berbagai pihak ikut pencarian korban.

Seluma, SM – Keberadaan Dinda Aisyah Fitriani (16), korban airbah Sungai Kungkai, Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, terus ditelusuri oleh  . Kepolisian Seluma bersama BPBD, tim SAR beserta masyarakat setempat, Sabtu (16/2/) kemarin.

Kendala cuaca dan sulitnya medan, salah satu kendala dalam pencarian  siswi kelas XI SMKN 1 Kota Bengkulu, yang tinggal di Jalan Tongkol, Kelurahan  Malabero  Kota Bengkulu ini.

Investigasi report menyebutkan, korban terseret arus, usai merayakan ulang tahun temannya,  yang tinggal  di Desa Padang Genting, Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Dinda bersama temannya yang mengendarai sepeda motor kala itu, sempat singgah ke Sungai Kungkai. Naas, airbah  menerjang. Akibatnya Dinda dan tiga sepeda motor yang ada hanyut di seret arus air.

Menurut Kepala Desa Napal Jungur,  Di’an Firin, kejadian itu sekira  pukul 3 WIB sore. Rombongan siswa yang berjumlah 11 orang, lima  siswa SMA Plus Tujuh dan enam  siswa SMKN 1 singah ke sungai dan mandi.

“Para siswa ini sedang mandi disungai, tiba-tiba airbah datang. Karena kondisi yang tiba-tiba, maka korban tak sempat menyelamatkan diri, hingga diterjang airbah. Hingga saat ini tiga unit motor, satu siswi atas nama Dinda belum di temukan”, jelas Kades  Di’an Firin.

Dalam kondisi panik itu, temannya yang selamat, bergegas melaporkan musibah ini ke warga setempat. Tak berapa lama, Tim Basarnas didampingi pihak Polsek Sukaraja  dan warga segera menyisiri tepian sungai, namun belum menemukan hasil hingga Minggu pagi.

“Setelah gagal menemukan korban, kami dan tim Basarnas, kepolisian dan Wakil Bupati Seluma  sepakat untuk pencarian akan dilanjutkan esok hari”, jelas Di’an Firin.

Pencarian terus dilakukan. Dikatakan Kapolsek Sukaraja, Iptu Noviaska , “Kita masih berupaya melakukan pencarian, saat ini anggota bersama BPBD dan tim SAR, sedang menyusuri lokasi kejadian. Saat ini kita masih memfokuskan kepada pencarian korban, kendati memang ada tiga unit motor yang juga hilang”, jelasnya, yang terus berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan Desa setempat, karena masyarakat di Desa Napal Jungur yang lebih memahami kondisi lokasi sungai. (ck)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.