Keberuntungan dengan Feng Shui

Analisa Feng Shui. foto net

Feng Shui merupakan tradisi China (Tiongkok)  kuno yang berarti angin dan air, berguna untuk mengatur tata letak, agar memperoleh energi positif dan keberuntungan.

Feng Shui  itu sendiri merupakan ilmu dari Tiongkok kuno yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan objek lain seperti planet, satelit alami seperti bulan lainnya dan asteroid (ilmu topografi). Penganutnya memercayai,  bagaimana manusia dan surga (Astronomi), serta bumi (Geografi) dapat hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki kehidupan dengan menerima Qi (Chi) positif.

Qi adalah sebuah kekuatan alam yang bersifat positif dan negatif. Memerankan peran penting atas kualitas Feng Shui suatu tempat. Qi mengacu pada energi dan kekuatan yang hidup. Menurut penjelasan Feng Shui tradisional, Qi mencakup orientasi struktur, usia, dan lingkungan, termasuk kemiringan, vegetasi, dan kualitas tanah.

Qi terdapat di alam sebagai energi yang tidak terlihat. Qi dialirkan oleh angin dan berhenti ketika bertemu dengan air. Qi baik, disebut juga dengan istilah napas kosmik naga. Jenis Qi ini dipercaya sebagai pembawa rezeki dan nasib baik. Namun, ada pula Qi buruk yang disebut Sha Qi, yang dipercaya sebagai pembawa nasib buruk.

Meskipun saat ini era modern, termasuk di Hongong sendiri, Ahli Feng Shui nyatanya masih dibutuhkan oleh orang yang mempercayainya dalam membangun, menata letak pabrik dan rumah.

Kisah

Susan Hornik dan pasanganya tinggal di Hongkong. Dia merasa mengalami hari-hari kurang menyenangkan. Seorang Ahli Feng Shui di Hongkong, Sung Siu Kwang  diundangnya kerumah. Dari dalam rumah Susan Hornik, Sung Siu Kwang mengeluarkan kompasnya, dan membagi setiap ruang rumah menjadi sembilan ruang.  Dia tampak mulai menghitung angka-angka. Tanggal lahir Susan dan pasangannya juga di hitung  dengan rumus logaritma.

Usai itu, Sung Siu Kwang menunjukan pasangan itu cara menolak bala  dalam rumah mereka. Sebaiknya kata Sun, di ruang tamu diletakan akuarium yang berisi enam ekor ikan mas hitam dan seekor ikan emas merah. Selanjutnya agar energi positif dari jendela tetap mengalir dalam ruangan,  sebaiknya diletakkan tiga buah pot tanaman hijau di dekat jendela. Sedangkan untuk menyerap energi negatif dalam ruangan, sebaiknya ditaruhkan buah labu kering diatasnya.

Pengaruh Feng Shui  hingga kini sudah menyebar di seluruh dunia. Bahkan di orang-orang barat, jauh terpengaruh, sebelum Ernest J Eitel daro London (Inggris) menerbitkan penelitian Eropa yang pertama tentang Feng Shui pada Tahun 1873.

Sebuah cerita di Sungai Pearl, Guangzhou China,  terdapat  daerah perumahan yang menurut keyakinan Feng Shui, tempat itu tidak  akan memberikan keberuntungan. Oleh Orang China, tempat itu diberikan pada pedagang-pedagang Amerika dan Eropa. Tak lama kemudian, tempat itu diserang gerombolan rayap. (Dari berbagai sumber)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.