Kematian Terinfeksi Covid 19 Ada 74 Orang

Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO

Bengkulu, SM – Kematian akibat terinfeksi Covid-19 di Provinsi Bengkulu mulai tanggal 01 Desember 2020 di Provinsi Bengkulu capai 74 jiwa.  Kini tiada bantuan bagi korban.

Secerca harapan untuk bantuan santunan sosial bagi ahli waris yang ditinggalkan  kini pupus mendapat perhatian Pemerintah RI, dengan terbitnya surat putusan baru  dari Kementerian Sosial RI pertanggal 18 Februari 2021 ini.

Padahal berdasarkan Surat Edaran Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Serial Nomor: 427/3.2/B.S.01.02/06/2020 TANGGAL 18 JUNI 2020 menyebutkan, santunan meninggal dunia akibat terinfeksi virus Covid-19 itu ada.

Disebutkan, “Diberikan kepada ahli waris yang anggota keluarganya yang meninggal di sebabkan terinfeksi Covid-19 yang dinyatakan oleh rumah sakit/Puskesmas atau Dinas Kesehatan. Indeks santunan sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) per-jiwa.”

Berdasarkan surat edaran itu, Dinas Sosial Provinsi Bengkulu berkirim surat kepada Dinas Sosial kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Selanjutnya, permohonanan dapat di ajukan ke Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Bencana Sosial. Ini dikatakan Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO yang ditemui diruanganya.

Menanggapi hal itu ujar Iskandar ZO, tiga Dinas Sosial kabupaten/kota yakni, Kabupaten Mukomuko sebanyak dua orang. Kabupaten Seluma dua orang dan Kota Bengkulu dua orang. Pihak kabupaten dan kota  berharap Dinas Sosial Provinsi agar santunan yang di maksudkan bisa segera di proses.

Persyaratan

Iskandar ZO menjelaskan, adapun syarat yang yang dibutuhkan yang diminta untuk kelengkapan berkas rekomendasi penerima bantuan berupa surat kematian. Surat pernyataan meninggal akibat penyakit. KK ahli waris dan  KTP korban meninggal Dunia.

Sesuai data permohonan dari pihak kabupaten/ kota, Dinsos akan langsung berkirim surat ke Kementerian Sosial RI.

“Saya langsung menemui Ibu Sunarti selaku Direktur Perlindungan Sosial dan Korban Bencana Sosial yang mempunyai kewenangan mencairkan dana tersebut. Pada saat itu, saya sedikit kecewa, karena mendapatkan informasi bahwa anggaran di Tahun 2021 tidak ada”.

Tertanggal 18 februari 2021 lalu, Surat Edaran dari Kementerian Sosial RI No: 150/3.2/BS.01.02/02/2021 yang di tujukan kepada Dinas Sosial Provinsi Seluruh Indonesia jelas Iskandar,  dengan perihal rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat Covid-19.

Poinnya  adalah,  pertama. Pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat CORONA VIRUS DISEASE 2019(CIVID-19) bagi ahli waris pada kementerian sosial RI. Sehingga terkait rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh dinas sosial provinsi/kab/kota sebelumnya tidak dapat di tindaklanjuti.

Kedua, oleh karenanya berkenaan kepala dinas sosial provinsi dapat menyampaikan hal tersebut pada angka satu kepada Kepala dinas Sosial kabupaten/kota di wilayah masing-masing. Dan selanjutnya untuk tidak memberikan rekomendasi dan/atau usulan lagi pada Kementerian Sosial RI.

“Maka berdasarkan surat itu, menjadi acuan tertinggi. Sehingga menjadi acuan kinerja Dinas Sosial Provinsi Bengkulu selanjutnya”, pungkas Iskandar ZO. (hid)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.