Ketersediaan BBM Provinsi Bengkulu Terjawab

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Bengkulu, SM – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil sikap tegas dan strategis, menjawab kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi, non subsidi serta pengawasannya.

Ditegaskan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, pemerintah menjamin ketersediaan BBM. Pemerintah Provinsi  Bengkulu telah mengusulkan penambahan kuota BBM. Usulan telah disetujui BPH Migas, dengan menyediakan 99 Kilo Liter (KL) untuk Tahun 2019. Sebelumnya kuota BBM di Bengkulu sebesar 96 KL.

“Jadi apa yang kita sampaikan ke BPH Migas,  direspon penambahan kuota Provinsi Bengkulu untuk 2019. Walaupun kuota secara nasional turun, BPH Migas memberikan garansi untuk Provinsi Bengkulu. Ini sudah ditandatangani dan naik dari kebutuhan sebelumnya”, jeolas Rohidin Mersyah usai hadir  Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (MoA) dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Meminimalisir antrean panjang hampir di seluruh SPBU di Bengkulu, pengawasan akan ditingkatkan bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya. Selain itu, juga dilakukan pendataan jumlah kebutuhan BBM untuk industri. Sehingga oknum yang dengan sengaja meraup keuntungan dengan menjual BBM bersubsidi bisa ditindak tegas.

“Kita juga akan kawal betul kebutuhan industri terhadap BBM itu berapa. Ini harus saya pastikan betul kebutuhan mereka seberapa. Berapa yang bersumber dari Pertamina. Berapa yang bersumber dari pihak lain. Sehingga BBM bersubsidi ini betul-betul dirasakan masyarakat yang membutuhkan”,  ujarnya.

Kepala BPH Migas,  M Fanshurullah Asa mengatakan, perhatian khusus pihaknya terhadap kuota BBM di Provinsi Bengkulu, lantaran Pemprov Bengkulu melalui Dinas ESDM didampingi salah satu Anggota DPR RI Perwakilan Provinsi Bengkulu menyampaikan langsung usulan tersebut beberapa waktu lalu.

“Ini akan tetap menjadi perhatian khusus BPH Migas menambah kuota BBM. Terutama jenis Solar dan Premium. Jadi saya juga mewakili pemerintah, meminta masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan BBM ini. Apalagi penyaluran Solar secara nasional hingga saat ini baru 87 persen dan 74 persen untuk Premium”, kata Fanshurullah. (MC)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.