Kisah Kantor Pos di Utara Benkoelen

Gedung Kantor Pos di Kampung Cina, saksi bisu perposan di Provinsi Bengkulu. (foto Net)

Pemerintah Hindia Belanda yang menguasai Negeri Benkoelen,  telah mempersiapakan akan membangun Negara Benkoelen. Kantor Pos  dibangun.  Masyarakat Negeri Benkoelen  saat  itu sudah dapat kirim mengirim surat dari Ibukota Benkoelen ke Moekomoeko, bahkan keluar negeri.

Hanya saja sebelum sampai ke  Moekomoeko, transit dulu ke daerah Ketaun, utara Benkolen. Berkirim surat itu dapat dilakukan  seminggu sekali, Dari Ketahun surat akan diantar melalui jalan kaki melalui Seblat ke Moekmoeko.Meski saat itu sarana prasana jalan sangat amat tidak memadai, sejak peralihan koloni Inggris ke koloni Belanda 1824, melalui Traktat London.

Sebuah Kantor Pos di daerah Seblat didirikan pada 1 Desember 1875. Namun Kantor Pos itu ditutup kembali oleh Pemerintah Belanda pada 6 September 1902. Wilayah  Seblat yang kini terkenal dengan pusat pelatihan gajah di Provinsi Bengkulu  ini, kala itu dikatakan terletak di mulut Sungai Seblat, sekitar 40 Kilometer dari barat daya Ketaun (Cat Town).

Kantor Pos itu  telah beroperasi selama 27 tahun, dengan identitas pos seperti  stempel bulat, stempel titik, stempel bulat kecil, dan sebuah  cap persegi. Pada akhir abad ke-19,   sempat ditemukan empat kartu pos yang dikirim ke  Batavia (Jakarta) dari Kantor Pos Seblat.

Saat Kantor Pos di wilayah Seblat ditutup pada 6 September 1902, ada pelaporan berbunyi, “Kantor pos dan telegraf di Seblat dipindahkan ke Ketaun dan resmi dibuka tanggal 12 September 1902.

Ketaun (Cat Town)

Kota Ketaun terletak di pantai, sedikit lebih tenggara di Muara Sungai Ketaun. Sungai Ketaun ini menjulang tinggi di Pegunungan Bukit  Barisan dekat kota Lebong Donok dan Moearaaman–Pada awal abad ke-20 daerah Lebong ini daerah makmur sebagai hasil dari industri emas komunitas besar, yang di dominasi Jerman dan Eropa, dengan kehidupan sosial yang ceria.

Perkembangan lokasi yang lebih barat lautLebong Tandai dan Napal Putih, masing-masing dengan industri emas mereka sendiri. Karena itu hulu Sungai Ketahun  menjadi semakin penting secara ekonomi. Apalagi mungkin disebabkan oleh fakta,  bahwa pada 12 September 1902  Kantor Pos akan di dirikan di sini.

Akhirnya,  dari tanggal  1 Februari 1915 hingga 1 November 1923,  Kantor Pos Ketahun  berfungsi sebagai Kantor Pos pelengkapdi bawah Benkoelen, dengan peralatan lengkap. Fase selanjutnya, Kantor Pos di Ketaun terus berfungsi sebagai Kantor Pos tambahan dengan cap tipe B hingga pelepasan status menjadi kantor pada Tahun 1963. 

Joeba Pengantar Surat Berjalan Kaki

Di Moekomoeko, surat masih dikirim dengan berjalan kaki di tahun-tahun sebelum perang dunia ke- IIkhawatir. Di  kisahkan koneksi dengan dunia luar, dikelola oleh seorang pelari surat yang setiap minggu bersama surat pemerintah dan pribadi dari wilayah Tapan, tempat kantor pos berada menuju Moeko Moeko.

Sosok hebat itu adalah Joeba. Pria kesehariannya  menempuh jarak 60 Km dalam tiga hari berjalan dengan surat ditaruh dalam satu keranjang besar,  dibawa di punggungnya, yang berisi surat gaji para pejabat pemerintah Hindia Belanda.

Joeba memiliki seorang istri di Tapan, satu di Moeko Moeko dan satu lagiorang lain untuk jalan. Sekitar sepertiga dari rute dari Moeko Moeko ke utara mudah diakses dengan mobil.

Sebenarnya dari Ibukota Benkoelen sebelum tiba di Ketaun (Saat ini Ketahun), ada Kantor Pos  pembantu di wilayah Lais, yang dibuka sebelum Tahun 1937, Setelah Tahun 1941, Kantor Pos ini dijadikan Kantor Pos bantuan. (BHB/ disarikan dari www.zwp-lbstudie.n)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.