KLHK RI Budidayakan Kayu Olahan

Evaluasi Project ITTO antara KLHK RI dengan DLHK Provinsi Bengkulu.

Bengkulu, SM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) melakukan proyek budidaya kayu olahan. Ini untuk menjaga kelestarian dan kesejahteraan masyarakat yang hidup di kawasan hutan.

Menurut lembaga International Tropical Timber Organization (ITTO) atau Organisasi Kayu Tropis Internasional yang memotori kehgiatan ini, proyek kayu olahan itu telah berjalan sejak Tahun 2014 silam, dan dilakukan penanaman pada Tahun 2015.

Dikatakan Koordinator Proyek ITTO KLHK RI, Dwi Arianto, saat ini ada dua kabupaten yang telah menjalani proyek kayu olahan, Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara. “Kegiatan ini diawali dari mengindentifikasi jenis produk  dari keinginan masyarakat. Kemudian kita latih untuk mengembangkannya. Sejauh ini,  sudah ada proyek  ITTO yang dilakukan di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara”, jelas  kata Dwi Arianto, saat menghadiri kegiatan Evaluasi Proyek ITTO, di Bengkulu, Kamis (17/01).

Ada dua jenis Kayu olahan yang dikembangkan. Kayu Bawang dan Kayu Durian Bentara (Bengkulu Utara).  Saat ini,  ada  total 10 hektar lahan yang ada di wilayah Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara yang mengembangkan Kayu Durian dan Kayu Bawang tersebut.

“Potensinya sangat baik. Dari segi ekonomi maupun dari segi pengolahannya, seperti Durian Bentara dan Kayu Bawang”, jelasnya.

Proyek ini kata Dwi, bertujuan merehabilitasi lahan kritis yang didapati dari masukan masyarakat setempat. Baik itu di kawasan hutan  lindung maupun hutan  produksi yang ada. Selain itu, untuk mempromosikan pengelolaan hutan lestari, konservasi hutan serta  mendorong perdagangan produk kayu dan tanaman hutan lainnya secara transparan dan illegal.

Dana yang sudah digelontorkan dari Tahun 2014 hingga kini,  mencapai Rp3 Miliar. “Potensial untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Pihak kami mendorongnya. Diharapkan kegiatan taraf hidup masyarakat lebih baik lagi”,  ungkap Dwi.

Kegiatan itu disambut baik  oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,  yang sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mengentaskan kemiskinan.

“Disamping meningkatkan perekonomian rakyat,  juga dapat memanfaatkan kawasan hutan menjadi lebih produktif”,  jelas  Asisten I Hamka Sabri, usai membuka acara evaluasi Proyek ITTO itu. (mc)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.