Masyarakat Bengkulu Tabligh Akbar Bersama KH Ahmad Muwafiq

Para petinggi Provinsi Bengkulu serius simak tausiah Gus Muwafiq, Rabu (30/10/ .

Bengkulu, SM – Berbagai masyarakat Provinsi Bengkulu, padati Masjid Raya  Baitul Izzah, Padang Harapan Kota Bengkulu, hilmat mendengar tausiah  K.H Ahmad Muwafiq, Rabu (30/10/ 2019).

Ribuan jama’ah hadir dan mendengarkan tausiah usai Sholat Zuhur berjamaah, Selanjutnya baru gelar  tabliqh akbar, Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu juga ikut hadir, Termasuk  Kapolda Bengkulu, Komando Korem 041/Gamas Bengkulu, Ormas, Forkompimda serta OPD Pemerintahan Provinsi Bengkulu.

Kehadiran ulama kondang  ini diprakarsai Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ini dilaksanakan sekaligus bentuk rasa syukur atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI,  HUT Provinsi Bengkulu Ke-51 Tahun 2019 serta acara syukuran atas kenaikan Polda Bengkulu menjadi tipe A, Rabu (30/10).

K.H Ahmad Muwafiq

Kehadiran ulama yang akrab di sapa Gus Muwafiq ini, dihaturkan ucapan terimakasih Gubernur Bengkulu, DR H Rohidin Mersyah. Dalam sambutannya mengatakan, “Terima kasih, karena sudah berkenan hadir kembali memenuhi acara di Provinsi Bengkulu”,  ucap gubernur .

Gubernur kembali mengulas, bahwa  acara ini dilaksanakan dalam rangka syukuran pelantikan Presiden. Mensyukuri saat Pilpres, Pileg pada April lalu hingga pelantikan, semua berjalan dengan baik dan lancar, khidmat. Sehingga betul-betul terasa nilai-nilai demokrasinya. Kedua, HUT Provinsi, ketiga mensyukuri Polda Bengkulu naik dari B menjadi tipe A.

“Terkait ketiga hal itu, kita bersama-sama melakukan istiqhotsah dan tabliqh akbar. Dengan harapan, Bumi Rafflesia ini tetap damai. Indonesia tetap damai. Sehingga kegiatan persatuan yang kita bangun akan maju. Kalau Bengkulu maju Indonesia, juga maju. Yang membuat itu semua adalah kita sekalian”, kata gubernur.

Hal yang sama, K.H Ahmad Muwafiq juga mengatakan dalam tausiahnya, dari Pilpres kemarin,  masyarakat  dapat memetik satu pelajaran, dimana Pak Prabowo dan Pak Jokowi bersatu membangun bangsa.

                                                                                                    Foto Anasri Anwar.

“Pak Prabowo kesatria yang di didik oleh TNI dan Pak Jokowi kesatria yang di didik sipil”,  ujar Gus Muwafiq.

Dengan pilpres kemarin, kedepan, orang akan belajar dan tidak akan terjadi lagi perang di Pilpres “Orang akan mencatat sejarah pada kedua Capres. Karena perang yang sebenarnya bukan Pilpres. Pilpres itu hanya perang politik dan akhirnya kedua Capres bersatu, untuk membangun bangsa”.(ck)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.