Nelayan Dapat Bantuan Lagi, Kali Ini Mukomuko

Suasana suka berbaur haru saat bantuan diberikan dimusim susah.

Mukomuko, SM – Kelompok nelayan Kabupaten Mukomuko mendapat bantuan  mesin tempel kekuatan 40 Pk dan 15 Pk untuk 10 kelompok. Untuk empat kelompok Koperasi dan Kube, menerima Jaring Alat Tangkap masing-masing 30 Pcs dari setiap kelompok, Rabu (9/10.2019).

Ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Bengkulu kata Gubernur Rohidin Mersyah, saat penyerahan.

Perwakilan Kelompok Nelayan Usaha Makmur, asal Ipuh yang menerima bantuan alat Tangkap Jaring mengatakan, “Kita sangat mengharapkan bantuan ini sebenarnya. Kami sudah berulang-ulang mengajukan. Apa lagi sekarang musim krisis, kita berterima kasih kepada Pak Gubernur, karena beliau sudah membantu kami”,  ungkapnya dengan suara terbatah.

Untuk perwakilan Kelompok Lautan Berlian, Desa Pasar Ipuh yang menerima bantuan mesin tempel 40 Pk, juga menhaturkan hal yang sama. Bantuan Gubernur Rohidin ini katanya, sangat membantu mereka untuk kembali melaut lagi.

“Saya terima kasih banyak atas batuan dari Dinas Perikanan atas perintah Bapak Gubernur. Terima kasih banyak bisa membantu kami nelayan kecil, ini untuk menangkap ikan jarak jauh. Selama ini saya menangkap ikan jarak dekat. Sudah sekian tahun memakai mesin lama, cuma jaraknya dekat dan mesin sudah agak rusak-rusak”.

Gubernur Rohidin sendiri pada kesempatan ini berpesan, agar alat yang diterima, dapat dipergunakan sebaik mungkin, dengan tetap menjaga kelestarian laut Provinsi Bengkulu.

“Ini kita harapkan dapat mensupport masyarakat nelayan, untuk melakukan upaya menangkap ikan dengan ramah lingkungan. Pesan saya betul-betul hindari konflik antar nelayan, agar kesinambungan usaha bisa terjamin. Masing-masing pihak juga harus memperhatikan aspek kelestarian lingkungan”, harap Gubernur Rohidin yang

tegas melarang nelayan untuk menggunakan Pukat Harimau (Trawl) maupun alat tangkap yang dilarang oleh UU, demi kelangsungan sumber daya alam yang ada.

“Jika sudah dilarang undang-undang, tidak boleh memakai alat tangkap yang merusak lingkungan Trawl dan sejenisnya, ini harus kita patuhi. Karena ini menyangkut anak  cucu kita. Kalau pantainya rusak, alamnya habis, sumber daya alamnya punah, yang rugi adalah kita semua”, papar gubernur (mc)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.