Nelayan Trawl dan ANTB Demontrasi

dua kubu demontran ditahan tak bertemu, antisipasi bentrok.

Bengkulu, SM – Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri (KEJATI) rencananya kembali digeruduk demonstran. kini Nelayan Trawl dan Aliansi Nelayan Tradisional Bengkulu (ANTB)  akan menyambanginya namun terhambat.

Aliansi itu merupakan nelayan tradisional yang ada di Kota Bengkulu, bersama hadir para nelayan dari Bengkulu Utara.

Mereka tampak hadir dari dua arah yang berbeda. Namun, ratusan demonstran dari Nelayan Trawl tertahan di Simpang SKIP.  Sedangkan ANTB juga tak dapat berdiri di depan Kantor KEJATI Bengkulu. Mereka  hanya berdiri di area Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu saja.

Aparat sengaja mengambil sikap pencegahan,  dikhawatirkan rawan terjadinya kericuhan dari kedua belah pihak. Aparat kepolisian menutup dua Jalur antara jalur jalan SKIP dan Simpang Lima Ratu Samban, sembari memberikan himbauan kepada demonstran, agar tetap mematuhi protokol kesehatan saat melaksanakan aksi unjuk rasa.

Dua kelompok demontran itu sama-sama menunggu lanjutan sidang, terkait hasil sidang kasus  pidana pengguna alat tangkap Trawl yang diberikan, yakni 10 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan pada  Jumat (19/2/2021) lalu.

ANTB merasa tak puas dengan hasil putusan tersebut, sehingga akan tetap mengawal kasus tersebut hingga sanksi pidana yang diberikan bisa diterima.

Sedangkan demonstran dari Nelayan Trawl Melihat putusan tersebut merasa telah sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku, sehingga mereka mendesak agar perkara ini dapat segera terselesaikan. (hid)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.