OPD Rawan Penyimpangan, BPKP Warning

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti membuka Bincang-bincang Asik.

Bengkulu, SM – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti membuka Bincang-bincang Asik (BISIK) Peningkatan Maturitas SPIP Nenuju Level 3 dan Entry Meeting Penilaian Maturitas SPIP, di Lingkungan Pemerintah Provinsi  Bengkulu, Senin, (18/3).

Inspektorat dapat bersikap independen dan memiliki kompetensi,  untuk melakukan pengawasan kepada OPD. Khususnya pengawasan pada saat perencanaanyang rawan terjadi penyimpangan.  “Saya tekankan,  tolong kawan – kawan ini dikawal. Mulai dari perencanaan. Karena penyimpangan bisa terjadi,  biasanya berawal dari perencanaan. Jika perencaan sudah tidak baik, ini alamat penyimpangan akan terjadi”, kata  Nopian Andusti.

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) bertujuan,  untuk mewujudkan tata kelola penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Dengan adanya SPIP, diharapkan dapat menciptakan budaya pengawasan terhadap seluruh organisasi dan kegiatan. Sehingga,  dapat mendeteksi terjadinya sejak dini kemungkinan penyimpangan serta meminimalisir terjadinya tindakan yang dapat merugikan negara.

Sementara  Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu,  Ramli Midian Sihombing meminta segenap OPD,  dapat memiliki tanggungjawab,  dalam mengelola dana APBD Provinsi Bengkulu dengan sebaik-baiknya. “Amanah ini mari kita pertanggungjawabkan. Mari kita berakuntabilitas. Jangan sampai menyimpang kekiri dan kekanan. Ini demi kemajuan khususnya Bengkulu dan untuk Indonesia secara umumnya”, pintanya. (mc)).

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.