Pabrik PT KAS Diiminta Tutup

Saat mulai terjadi kericuhan.

Riau, SM Keluarga besar korban pengeroyokan di Desa Batu Papan Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu Riau meminta pemerintah hentikan operasional Pabrik Sawit  PT Karisma Agro Sejahtera (PT KAS).

Tak hanya itu,  mereka ingin seluruh izin PT KAS dicabut. Keberadaan pabrik ini dinilai sebagai pemicu perang saudara di desa. Tuntutan ini usai pengeroyokan pada Rabu, (19/05) oleh ratusan anggota Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) di lokasi perusahaan.

Aksi  premanisme itu timbulkan lima korban. Diantaranya Ketua Bidang Organisasi Federasi Serikat Pekerja Pimpinan Cabang – Niaga Bank Jasa dan Asuransi (FSP-NIBA) Kabupaten Indragiri Hulu,  Imawan Susanto bersama  ke-empat orang lainya.  Sementara warga Batu Papan yang menjadi korban seperti  Marhalim, Suwardi, Marwan dan Abu Sanar yang sempat mendapatkan  perawatan medis serius.

“Suami saya dipukul sampai babak belur di Pabrik PT KAS. Kami minta pemerintah menutup pabrik dan mencabut semua izin pabrik itu. Selama ini keberadaan pabrik hanya menimbulkan masalah dan sumber penyakit”.

Berbagai masalah selalu diceritakan oleh masyarakat di Desa Batu Papan atas keberadaan pabrik sawit PT KAS, yang sering mengadu domba masyarakat. Selain itu, limbah pabrik juga mencemari Sungai Tenaku.

Kekesalan warga ini juga dikatakan Reni, yang suaminya juga jadi korban pengeroyokan. Jika Pabrik PT KAS terus dibiarkan beroperasi, Reni kuatir akan  banyak korban berjatuhan. Akan terjadi bunuh-bunuhan sesama keluarga dan tetangga.

“Abu pembakaran pabrik juga berterbangan sampai ke rumah saya. Kami ibu-ibu di Desa Batu Papan minta pemerintah menutup Pabrik PT KAS”, kata Reni.

Peristiwa dugaan pengeroyokan itu berawal dari datangnya Pengurus Unit Kerja (PUK) NIBA ke PKS PT KAS pada  Rabu (19/05),  sekira pukul 10.30 WIB dengan maksud untuk memfasilitasi anggota NIBA Batu Papan bekerja di pabrik, sesuai dengan Surat Kesepakatan Kerja Bersama (SKKB), antara PUK NIBA Batu Papan dengan manajemen PKS PT KAS. Sebelumnya, pihak NIBA menyampaikan pemberitahuan kepada polisi di Polres Indragiri Hulu.

Setibanya Pengurus Serikat Pekerja NIBA di gerbang masuk Pabrik PT KAS, rencananya  untuk bertemu dengan pihak manajemen. Pintu gerbang masuk pabrik langsung ditutup oleh sejumlah polisi.

Tampak ada dilokasi, Kapolsek Barang Cenaku, Iptu Januar E Sitompul SH. Kemudian ratusan orang berpakaian preman, di duga suruhan dari pengurus SPTI setempat yang di ketuai Jefri, langsung masuk kearea Pabrik PT KAS. Mereka menyerang pengurus NIBA secara membabi buta. Padahal disitu ada polisi. (rls)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.