Panah Aset Budaya Terlupakan

Opini: Benny Hakim Benardie  

Setiap daerah sesuai dengan situasi dan kondisi geoekonomi  memiliki budaya yang spesifik. Budaya merupakan karakteristik dan pengetahuan dari sekelompok orang atau masyarakat, Provinsi Bengkulu tentu banyak budaya anak negeri, meskipun kini kian terlupakan.

Apapun itu, setiap karya yang baik itu merupakan budaya. Bahkan para peneliti mendefinisikan,  “budaya sebagai pola perilaku dan interaksi bersama, konstruksi dan pemahaman kognitif yang dipelajari melalui sosialisasi. Dengan demikian, hal itu dapat dilihat sebagai pertumbuhan identitas kelompok yang dipupuk oleh pola-pola sosial yang unik bagi kelompok”.

Penulis ingin menunjukan  salah satu budaya anak negeri Bengkulu  yang  mereka sebut panah. Mungkin saja panah atau ketapel ada di provinsi lain. Paling tidak, panah ini sempat dijadikan alat pertahanan dan permainan anak negeri, yang mulai diabaikan era 90-an.

Event  dan Keunikan

Dahulu panah digunakan  untuk berburu  ungas,  buah-buahan atau salah satu  keamanan seseorang saat masuk hutan. Pertanyaan. kenapa kepala daerah melalui dinas kepariwisataan provinsi, kota dan kabupaten, tigak memanfaatkan  panah  menjadi ajang perlombaan, pertandingan rakyat.

Selain permainan rakyat dengan biaya murah, bila ini dijadikan event tahunan, mulai dari kota, kabupaten hingga tingkat provinsi, tentunya merupakan event yang unik.  Hal ini akan menarik wisatawan lokal maupun manca negara yang menjadi masukan bagi pendapatan daerah.

Ini merupakan salah satu manfaat  memberdayaakan  budaya yang ada. Masih banyak budaya lokal lainnya bila pemerintah daerah cinta dan konsen terhadap muatan lokal lainnya.

Pemerhati Budaya dan Sejarah di Bengkulu

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.