Para Terdakwa Korupsi Dituntut Bawah Dua Tahun

Ilustrasi net

Bengkulu, SM — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkulu, tuntut  empat terdakwa korupsi dana Beban Kerja (BK) di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu 2015, di Pengadilan Negeri Bengkulu, Senin (11/2) kemarin.

Para terdakwa itu adalah M Sofyan, mantan Kadis DPPKAD Kota Bengkulu. Iksanul Arif alias Itang, mantan Kabid Akutansi  dan Perbendaharaan. Juliantoni Firdaus, mantan bendahara dan Emiyati, mantan Kasi Verifikasi sekaligus PPTK pada  Pemerintah Kota Bengkulu.  Mereka dituntut setahun delapan bulan penjara, dan denda Rp50 Juta subsider 3 bulan kurungan

Para terdakwa tersebut dijerat pasal 3 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Sebelumnya, terdakwa Iksanul Arif alias Itang telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp500 Juta. Terdakwa Juliantoni Firdaus juga usai mengembalikan kerugian sebesar Rp200 Juta.

Kerugian negara sebesar Rp400 juta juga sudah dikembalikan oleh para ASN maupun honorer lingkungan DPPKAD,  dengan total kerugian yang sudah dikembalikan sebesar Rp1,1 Miliar dari kerugian yang dialami negara Rp1,5 Miliar.

Mereka didakwa JPU karena diduga korupsi dana Beban Kerja pada Tahun 2015 lalu,  yang dibagikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu,  menyalahi aturan Peraturan Walikota (Perwal) nomor 36 Tahun 2015.

Untuk dua terdakwa lainnya, terdakwa  Emiyati dan M Sofyan, belum sedikitpun mengembalikan sisa kerugian yang dialami negara. Namun saat penuntutan, lamanya pidana sama. Setahun delapan bulan, subsider tiga bulan kurungan.

Dipersidangan juga terungkap, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu,  ditemukan kerugian negara sebesar Rp1,5 Miliar, dari total dana sebesar Rp5,6 Miliar.  Obyek yang dimasalahkan ada pada Peraturan Walikota (Perwal). (ck)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.