Pembangunan di Bengkulu, Berpotensi Tekan Inflasi Sumatera

Suara Melayu,  Bengkulu – Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan,  pengentasan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan yang merupakan bagian dari Program Prioritas Gubernur Bengkulu.

Hingga saat, setiap tahunnya telah memberikan hasil signifikan dalam pelaksanaannya, melalui kegiatan-kegiatan dari seluruh OPD teknis terkait. Strategi lain yang digencarkan, dengan pembukaan jalur transportasi darat,  yang akan membuka akses masuk dan keluar ke Bengkulu. Seperti pembukaan jalur perbatasan Bengkulu-Jambi dan Bengkulu-Sumsel.

“Maka yang paling tepat dilakukan untuk menekan angka kemiskinan di Bengkulu, salah satunya membuka akses (Konektifitas), dengan beberapa provinsi tetangga. Selain optimalisasi pembangunan infrastruktur dasar jalan dan jembatan di desa-desa”, terang Rohidin Mersyah, sebagai keynote speaker di Seminar Nasional, di Aula Rektorat Unihaz Bengkulu, Rabu (12/09/2018).

Untuk terus menekan angka kemiskinan ini katanya, Program Prioritas Gubernur Bengkulu lainnya, seperti pengembangan infrastruktur strategis dan industrialisasi juga terus digencarkan. Pengembangan Pelabuhan Pulau Baai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Bandara Fatmawati Soekarno.

“ini akan kita gol-kan di akhir tahun ini. Kalau pelabuhan ini berfungsi secara optimal, maka tidak hanya menekan angka kemiskinan Bengkulu, tetapi juga akan menjadi faktor penyumbang menekan angka inflasi regional Sumatera”, jelasnya.

Seminar Nasional yang bertajuk, “Strategi Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa, Pesisir dan Pinggiran Kota” digelar oleh Universitas Prof DR  Hazairin SH (Unihaz).

Rektor Unihaz,  Yufiperius juga memaparkan,  apa yang digagas Gubernur Bengkulu, yang terangkum dalam program prioritasnya,  akan terus didukung. Melalui kegiatan ekstensi dan sosialisasi-sosialisasi melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke setiap kabupaten.

“Selain dengan Seminar Nasional,  kami juga akan terus mendukung Program Gubernur melalui peserta KKN. Ketika kami menerjunkan anak-anak kami ke desa-desa, tentu akan menggecarkan sosialisasi Program Provinsi Bengkulu ini, untuk kemajuan Bengkulu dan Indonesia secara umum”, ungkap Rektor diseminar yang melibatkan 200 peserta. Dari dosen, peneliti, mahasiswa dan para pakar dari instansi terkait yang berasal dari lima provinsi seperti Bengkulu, Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Narasumber selain Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah juga menghadirkan Prof  M Syukur dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Yuan De Gama selaku Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu. (gmp).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.