Pemimpin dan Figur (1)

Pemimpin  dan tokoh merupakan dua kata yang mempunyai arti yang berbeda.  Pemimpin bisa saja dia bukan seorang tokoh. Lain halnya dengan tokoh yang dapat menjadi acuan.

Pemimpin   adalah  seseorang orang  yang dapat mempengaruhi kelompok untuk menuju pencapaian tujuan. Seorang pemimpin sosok yang bertanggungjawab.  Seorang pemimpin yang hebat, dapat  menginspirasi kepercayaan pada orang lain dan menggerakkan mereka untuk bertindak atau berekpresi.

Apakah pemimpin  dalam  kepemimpinan merupakan kemampuan,  dalam arti dia seorang pemimpin karena  memimpin?  Itu persoalan lain. Karena kita tahu bayak orang berada dalam posisi kepemimpinan,  tetapi tidak memberikan kepemimpinan.  Pemimpinan memiliki dua tipe:

  1. Pemimpin kebenaran, keadilan, keadilan, kejujuran, ketulusan dan belas kasihan. Para pemimpin seperti para nabi dan para sahabatnya.
  2. Pemimpin Tirani. Para pemimpin penindas, kafir dan atheis. Iini seperti Firaun attau sejenissnya.

Jutaan  sosok pemimpin  dan figur yang pernah ada mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, diantaranya:

Ir DJUANDA. net

 Ir DJUANDA  lahir di Tasikmalaya  pada 10 Djuli 1911. Lulus dari E.L.S., H.B.S dan T.H.S. sampai memperoleh gelaran Insinyur sipil (Civiel Ingenieur) di Tahun 1933.  Pada Tahun 1933  hingga  1937 jadi Direktur Sekolah Menengah Muhammadiyah Jakarta. Di Tahun 1942 dia  bekerdja di jawatan Provinsi Waterstaat Jawa Barat  disamping  jadi anggauta Pengurus Besar Paguyuban Pasundan.

Dalam Kabinet Sjahrir pertama, Djuanda jadi Wakil Menteri Perhubungan. Kemudian dalam Kabinet Sjarir kedua menjabat Menteri Perhubungan dan Pekerdjaan Umum. Sesudah Kabinet Amir jatuh, Ir Djuanda  menjabat Menteri Perhubungan. Kembali dalam Kabinet Hatta,  dirinya menjadi Pemimpin Seksi Keuangan  dan Perekonomian Delegasi Republik dalam perundingan K.M.B. Dalam Kabinet R.I.S. Dia menjabat  Menteri Perhubungan dan kembali dalam Kabinet Natsir (Negara Kesatuan).

HADJI DAHLAN ABDULLAH  lahir di Pariaman tanggal 15 Juli 1895.  Setelah sekolah H. I. S. Normaal School Bukittinggi dan sekolah Guru dinegeri Belanda bersama Tan Malaka, dia melanjutkan ke ke Universiteit Leiden bagian Malaise Land en Volkenkunde. Dinegeri Belanda inilah beliau aktif dalam gerakan Perhimpunan Indonesia, Dia sempat jadi guru bahasa Indonesia di Universiteit Laiden (1918-1924) . Ia kembali ke Indonesia, dan menjadi  Guru H. I. S. di Riau, H. K. S. di Bandung dan H. C. S. Jakarta.  Selanjtnya dia Wethouder dan pada djaman Jepang menjadi Wakil Wali Kota Djakarta.

Waktu R. I. S. terbentuk,  beliau diangkat jadi Duta di Irak sampai meninggal pada 13 Mei 1950 di Bagdad. Kedudukan beliau menurut berita terachir diganti oleh Mr. Tirtawinata bekas Djaksa Agung Tentara.

ASSAAT GELAR DATUK MUDO lahir di Banuh Hampu Bukittinggi pada 18 September 1904. Setelah bersekolah di H.I.S., Mulo A.M.S dan Stovia, Sia mengikuti kuliah perguruan tinggi kedokteraaan  Jakarta. Tetapi kemudian pindah ke Universiteit Leiden bagian hukum,  hingga memeperoleh gelar Mr di Tahun 1939. sekembalinta dari Nederland, Assaat membuka kantor advocaat di Jakarta pada Jaman Jepang dan  menjabat Wedana Distrik Mangga Besar.

Setelah Republik di Proklamirkan,  Sjahrir kemudian ditundjuk sebagai formateur kabinet parlementer I. Assaaat terpilih menggantikan kedudukannja sebagai ketua K.N.I.P. Jabatan ini dipangkunya sampai  R.I.S. hampir terbentuk. Karena terpilihnya Bung Karno sebagai Presiden R.I.S,  Assaat pada 20 Desember 1949 diserahi Jabatan acting (Pemangku) Presiden RI. Dalam kabinet Negara Kesatuan R.I  yang pertama (Natsir), Assaat diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. Assaat tidak berpartai,  walaupun  sempat memasuki Partai Sosialis Indonesia.

Dr  St ASSIEN GELAR DATUK MANGKUTO  lahir di Muaralabuh Sumatera Barat pada 4 Desember 1890. Setelah lulus dari Stovia, dia membuka praktek beberapa tahun, lalu melanjutkan lagi di Universiteit Leiden sampai tamat  Tahun 1937.  Dalam ilmu kedokteran, beliau merpakan ahli ilmu bedah (Chirurg) dan bekerja di Rumah Sakit Perguruan Tinggi (RSPT) Djakarta.

BAHDER DJHON lahir di Padang Tahun 1904. Tamat H.I.S., H.B.S. dan Stovia sampai mencapai gelar Dr.  Usai bekerdja sebagai gouvernementsarts di C.B.Z  kemudian di Eykman Institut Djakarta, Dia banjak jasanja dalam Palang Merah Indonesia (PMI )  Dia juga anggauta Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat. Dalam Kabinet Natsir, dia menajadi Menteri Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan 

ABDLKADIR WIDJOJOATMODJO Lahir di Salatiga pada Tahun 1904. Sesudah jadi wedana, oleh Pemerintah Hindia Belanda dia diangkat jadi Wakil Konsul  Belanda di Jedah. Pada Tahun 1941,  dengan diberi tugas oleh pemerintah, Abdulkadir melawat ke Ameria Serikat dan Inggris. Sesudah Pemerintah Hindia Belanda lari ke Australia, Abdulkadir jadi penasehatnua  (1942-1945).

Bersama Dr. H.J. van Mook, Abdulkadir kembali ke Indonesia menjabat Dirjen  Urusan Umum dan mengetuai delegasi dalam perundingan renvile. Di bulan Oktober 1948,  bersama Dr.H.j. van Mook  yang  minta mundur dari jabatannya sebagai Letnan Gubernur Djendral, Abdulkadirpun ikuti mundur.

DARSONO  Pejuang Kemerdekaan Indonesia dengan dasar Marxisme. Pada Tahun 1920 bersama dengan Semaun,  Tan Malaka  dan lainnya  mendirikan  Partai Komunis Indonesia untuk menganti I.S.D.V  pada Tahun 1926. Darsono dibuang keluar negeri dan pergi ke Wladiwostok, kemudian ke Moskow dan Berlin. Sedjak perang dunia kedua, Darsono berada di Nederland. Baru pada bulan Maret 1950 kembali ke Indonesia.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.