Pengangkatan Ridwan Nurazi Langgar Aturan

Deno Marlandone.

Bengkulu, SM – Akktivis  Provinsi Bengkulu, Deno Marlandone mengindaksikan ada  perbuatan melawan hukum dalam proses pelantikan Rektor UNIB  Ridwan Nurazi  menjadi Komisaris Utama Independen PT Bank Bengkulu.

“Ketika keputusan ini suatu saat dianggap cacat dan batal demi hukum, berarti apapun produk yang dikeluarkannya nanti pasti cacat serta batal demi hukum. Itu yang kita hindari. Masih banyak kok akademisi yang basicnya ekonomi dan tak kalah qualified dari Pak Ridwan Nurazi”, jelas Deno, (02/04) via pesan whatsappnya.

Sebelumnya, Ridwan Nurazi menjabat  Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bengkulu. Usai memberikan pengumuman itu,  Ridwan Nurazi lasngung  dilantik sebagai Komisaris Utama Independen PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu.

Pelantikan berlangsung di Gedung Pusat Bank Bengkulu, Senin (01/4)  oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang dihadiri seluruh direksi dan perwakilan pemegang saham.

Diakui Deno, dirinya tidak meragukan kapasitas Ridwan Nurazi   dari sisi kemampuan beliau. Tapi karena beliau merupaan ASN yang kebetulan lagi  menjabat sebagai Rektor Universitas Bengkulu,  sehingga ada aturan yang harus di taati,  agar tak timbul persoalan baru di dikemudian hari.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Ridwan Nurazi.

“Sebaiknya Pak Rohidin selaku Gubernur Bengkulu  sebelum mengambil keputusan,  haruslah memahami  regulasinya dulu, sehingga tak nanti timbul persoalan baru  atas keputusan tersebut. Sekali lagi saya tegaskan, sikap ini bukanlah tindakan yg meragukan kemampuan beliau Ridwan Nurazi, tidak sama sekali”, ungkap Deno.

Terlepas Ridwan Nurazi itu basicnya ekonomi, tapi beliaukan Rektor Unib, pasti ada ketentuan yang akan dilanggar. Untuk tidak melakukan pelanggar terhadap peraturan yang ada, Deno melihat di Provinsi Bengkulu ini masih banyak ekonom lain yang tak rangkap jabatan dan  bisa dimanfaatkan.

“Sudah cukuplah Bank Bengkulu kusut persoalan amortisasi dan adanya indikasi deviden yang di terima personal. Jangan tambah lagi kusutnya, jikalau memang berharap adanya peningkatan produktifitas Bank Bengkulu. Kan jelas aturan nya. Dampak dari keputusan di buat, bisa merujuk pasal 12 UU TIPIKOR kok! Itu sih menurut kami wong cilik”, kata Deno.

Deno berulang menegaskan, alau dirinya sebagai aktivis di Provinsi Bengkulu ini, tidak meragukan kemampuan Ridwan. Tapi perlu diingat, beliau itu ASN yang kebetulan menjabat sebagai Rektor Universitas Bengkulu, sehingga ada aturan yang harus di taati. Ini  agar tak timbul persoalan baru di dikemudian hari. (ck)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.