Pengembangan Ekonomi Kreatif, Pemkot Bengkulu Peroleh Apresiasi

Wawali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi bersama Hari Santoso Sungkari.

Bengkulu, SM – Pemerintah Kota Bengkulu melakukan Penandatanganan Paparan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I),  bersama Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia di Aula Dinas PUPR, Kamis (28/3).

Ini sejalan dengan program Kota Bengkulu yang kini berupaya lebih intensif melakukan pengembangan pengembangan ekonomi kreatif.  “Kota Bengkulu mempunyai banyak potensi yang harus dikembangkan”, jelas Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.

“Seperti sektor fashion, kita punya Kain Besurek. Di sektor kuliner yang akan kita dorong adalah Jeruk Kalamansi, kopi dan kue Baytat. Di sektor karya,  kita punya kerajinan kulit kayu lantung yang sudah diproduksi menjadi tas, dompet dan topi, yang saat ini dalam proses mengenalkan ke publik”, papar Dedy.

Kota Bengkulu dengan segala potensi kearifan lokalnya, sangat berpotensi dalam mengembangkan ekonomi kreatif. “Kita harus befikir out of the box. Apalagi dalam mengembangkan ekonomi kreatif, kita optimis. Kita punya keunikan”, Ujar Dedy.

Ini di apresiasi  Deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Hari Santoso Sungkari atas  upaya pemerintah Kota Bengkulu dalam pengembangkan ekonomi kreatif.

Tinggal lagi dipoles dengan inovasi-inovasi dan kreatifitas, yang bisa menciptakan sesuatu yang berbeda, yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Dinas Koperasi dan UKM Kota di himbau, untuk meningkatkan anggaran Tahun 2020, sebagai dukungan dalam mewujudkan ekonomi kreatif Kota Bengkulu.

Deputi Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Hari Santoso Sungkari mengatakan, “Bengkulu adalah kota ke-3 dari 55 kota yang kita lakukan uji petik. Bidang-bidang yang sudah ada di Bengkulu kita sudah survei dari tanggal 26 Maret sampai pada hari ini, hasilnya berpotensi. Saya mengapresiasi upaya pemerintah Kota Bengkulu dalam mewujudkan ekonomi kreatif. Nanti kita akan bimbing dan fasilitasi,  agar hasilnya seperti yang kita harapkan”, jelasnya .

Tim uji petik dalam pemaparannya berpesan,  agar sektor kuliner yang disepakati menjadi sektor unggulan,  sebagai penarik terwujudnya ekonomi kreatif di Kota Bengkulu dan mempunyai hak paten.

“Setelah melakukan survei dan pembelajaran mendalam,  kami sepakat mengangkat sektor kuliner yang menjadi lokomotif di Kota Bengkulu. Karena Bengkulu lebih mendukung dalam pengembangan sektor kuliner. Sudah banyak produknya seperti kopi, kue bay tat, dan kalamansi. Tapi jangan lupa memberikan hak paten, agar tidak di klaim oleh kota lain”,  pesan Haris Susanto  Sungkari dihadapan Kepala OPD Se-Kota Bengkulu, Akademisi Universitas Bengkulu dan perwakilan PT. Telkom (mc kota)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.