Pengukuhan dan Pelatihan Forum Puspa Bengkulu

Suara Melayu, Bengkulu – Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu,  Hamka Sabri  mengukuhkan pengurus Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan Dan Anak (PUSPA) Provinsi Bengkulu, di salah satu hotel  kawasan Pantai Panjang, Senin  (10/9).

Forum PUSPA merupakan wadah berkumpul  organisasi masyarakat,  pemerhati perempuan dan anak  serta  lembaga media massa, untuk saling berbagi, bertukar pengalaman  dan berperan aktif dalam penyelesaian isu tentang perempuan dan anak.

Menurut   Hamka Sabri,  melihat perempuan dan anak sehat, maju dan berpendidikan tinggi,  hidup bahagia serta bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan baik fisik maupun psikis, itu  merupakan impian semua pihak.

Dengan terbentuknya forum ini, dapat membantu Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Bengkulu,  guna sosialisasi dan advokasi  terkait  isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, kepada seluruh elemen masyarakat.

“Dengan jumlah penduduk yang hampir 2 juta jiwa,  tanpa dibantu dengan  forum seperti ini, maka pemerintah akan sulit menyampaikan informasi,  pesan pesan kepada masyarakat”, ujar Hamka.

Kolaborasi komponen masyarakat bersama pemerintah ini papar  Hamka,  juga  menjadi strategi utama Kementerian PPPA,  dalam  menjalankan program unggulan three end,  yakni  akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Akhiri perdagangan orang dan akhiri kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

“Peranan partisipasi masyarakat inilah kami harapkan,  untuk bersinergi dengan pemerintah,  dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak”,  katanya.

Kepala Dinas P3APPKB, Forita Ramadhani  yang ikut hadir mengatakan,  sejauh ini dinasnya bekerjasama dengan seluruh OPD terkait, LSM, Lembaga Adat, Tokoh Agama dan seluruh masyarakat,  telah melakukan berbagai upaya dalam hal mengurangi jumlah kekerasan yang terjadi di Bengkulu.

“Berbagai kegiatan aksi daerah, seperti gerakan nasional anti kekerasan seksual anak, pendampingan dan penjangkauan bagi korban kekerasan, serta pembinaan dan pelatihan dalam rangka peningkatan produktifitas ekonomi perempuan di Provinsi Bengkulu, rutin dilakukan”  ujar Foritha saat melepas pelatihan

anggota PUSPA yang diikuti 60 peserta  dari lembaga masyarakat,  organisasi perempuan akademisi dan media dan perwakilan P3APPKB Kabupaten/ Kota Se-Provinsi Bengkulu.(ADV/gmp).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.