Penyelundupan Benur Lobster Bengkulu

Selamat Uang Negara Rp.2,25 Milyar

Bengkulu, SM– Subdit Tipidter Dit Reskrimsus Polda Bengkulu dengan berhasil mengungkap penyelundupan Benur Lobster sebanyak 15 ribu ekor.

Terkuaknya kasus penyelundupan Benur Lobster saat Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno di dampingi Kasubdit Tipidter AKBP Awilzan serta perwakilan Badan Karantina Perikanan Provinsi Bengkulu saat press conference diruang Press Room Bid Humas Polda Bengkului Senin (24/05).

”Tersangka YH (37) warga Kabupaten Kaur kami tangkap kemarin (Minggu, 23/05/21-red) di Jalan Lintas Bintuhan – Krui sekitar pukul 23.00 WIB. Tersangka langsung kami bawa ke Mapolda Bengkulu”, ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu.

Penangkapan tersangka berawal pada hari Minggu tanggal 23 Mei 2021 itu sekira pukul 22.00 WIB. Personil Subdit Tipidter Polda Bengkulu mendapatkan informasi adanya satu unit mobil Honda Jazz warna hitam, dengan No.Pol BE- 1572-QA membawa  dua  dus besar berwarna cokelat, yang diduga berisi benih Bening Lobster lebih kurang 15  ribu ekor.

Usai  mendapatkan informasi, Personil Subdit Tipidter langsung melakukan pengejaran terhadap kendaraan yang diketahui menuju arah Lampung.

Setiba di Desa Pardasuka Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, mobil yang dicurigai terlihat berhenti di samping salah satu rumah temannya untuk memindahkan dua  dus besar itu, namun langsung di sambangi personil Subdit Tipidter Polda Bengkulu.

”Jadi tersangka sempat berusaha mengelabui petugas pada saat berhenti dirumah temannya, dengan cara memindahkan benih tersebut”, ujar Kabid Humas Polda Bengkulu.

Setelah berhasil mengamankan tersangka, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan ditemukan dua dus besar yang berisi benih bening lobster berada di jok belakang mobil tersangka.

”Jika di uangkanm total dari 15 ribu ekor benih lobster tersebut sekitar Rp2,25 Milyar”.

Dari tersangka, juga berhasil di sita barang bukti berupa benih bening Lobster lebih kurang 14.930 ekor, yang dikemas dalam 77 kantong plastik bening dan dimuat dalam dua kardus berwarna coklat. seunit mobil merk Honda Jazz warna hitam dengan Nopol BE – 1572-QA beserta STNK dan kunci kontaknya.

Seunit handphone merek Samsung S-9 Plus dengan SN RR8K20ESNXV serta seunit handphone merek samsung GT – E 1272 dengan SN RRJ70116TE.

”Tersangka kami jerat dengan pasal 88 Jo Pasal 16 ayat 1 UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidanan penjara paling lama  enam  tahun dan denda paling banyak satu milyar lima ratus juta rupiah”. (rls)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.