Politik Tidak Hanya Soal Memilih, Tapi Untuk Kesejahteraan

Gubernur Rohidin ajak mahasiswa dan akademisi berpolitik membangun Provinsi Bengkulu.

Bengkulu, SM – Pada dasarnya,  politik tidak hanya berkutat dalam politik praktis dalam memilih pemimpin saja. Politik juga diperlukan dalam hal ekonomi, sosial dan hal lainnya.

Ini dijelaskan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah usai membuka Seminar Nasional  “Literasi Politik Kesukuan”  dan Launching Buku “Politik Kesukuan Dalam Pilkada”, di Ruang Rapat Utama Rektorat Universitas Bengkulu (UNIB), Sabtu (02/03).

Harapannya di tahun politik saat ini, gubernur meminta pada para mahasiswa dan pihak akademisi,  untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan membawa politik untuk Provinsi  Bengkulu ke arah yang lebih baik.

“Saya kira teman-teman Fisipol bisa menggiring ekonomi Provinsi Bengkulu ke arah yang lebih baik. Itu yang kita harapkan. Jangan kalau pihak kampus dan mahasiswa justru berdiri dibelakang politisi,  mengharapkan jabatan politik tertentu. Karena kampus itu lembaga ilmiah dan mahasiswa masyarakat ilmiah”, paparnya.

Terkait dengan politik kesukuan, Gubernur Rohidin meminta kepada akademisi dan mahasiswa,  untuk tidak salah memahami dan tidak perlu mempersoalkan hal itu. Kondisi politik praktis saat ini,  lebih menitik beratkan kepada kualitas calon pemimpin atau calon legislatif  itu sendiri.

“Jadi menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam kontestasi politik itu,  untuk saat ini bukan hanya sebatas kesukuan, agama dan lainnya. Akan tetapi pengaruh besar terhadap resource sumber daya yang dimiliki”,  jelasnya.

Para mahasiswa jangan alergi dengan politik,  walau terkadang masyarakat mengasosiasikan politik itu sesuatu yang negatif. Politik itu merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan dalam kemasyarakatan.  Kita akan masuk kedalam yang namanya aroma politik. Baik dalam ekonomi, sosial. Lebih praktis kita memilih pemimpin dan sebagainya. Mahasiswa harus belajar untuk itu.

Ini juga diakui Wakil Rektor UNIB Bidang Perencanaan dan Kerjasama,  Ardilafiza. Sejauh ini,  belum maksimal untuk menentukan sikap dan peran  dalam kancah politik Indonesia.

“Hal ini lantaran banyaknya keterbatasan yang kita miliki selaku pihak akademisi. Semoga dengan seminar ini, sikap dan peran politik akademisi dan mahasiswa Bengkulu,  jelas akan memberikan gerakan lebih baik bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat”,  katanya. (mc).

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.