Potensi Panas Bumi di Provinsi Bengkulu Capai 1.362 Mega Watt Eletrical

Pertumbukan konsumsi energi listrik hingga triwulan ke-3 Tahun 2018, Provinsi Bengkulu sebesar 6,3 persen

 Kepahiang, SM – Bupati Kepahiang Hidayatulah Sjahid menegaskan, survei pendahulu pada potensi panas bumi di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu telah dilakukan sejak lama. Pemanfaatan Geothermal di Kepahiang yang terdapat di kawasan hutan konservasi,  diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan.

“Surveinya memang sebuah perjalanan yang panjang. Mudah-mudahan ini merupakan titik terang, sehingga panas bumi yang berada di wilayah hutan konservasi itu, bisa memberikan sumbangan pendapatan di kemudian hari, dengan tetap terjaga kelestariannya”,  kata  Hidayat di Sosialisasi Pengembangan Panas Bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi Kepahiang, (07/11) yang  dihadiri  Plt  Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Direktur Panas Bumi Direktorat Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Ida Nuryadin Finahari menjelaskan, potensi panas bumi Indonesia, mencapai 28,5 Giga Watt, dengan total cadangan sebesar 17,5 Giga Watt.  Sumber daya sebesar 11 Giga Watt. Sebaran potensi Panas Bumi di Provinsi Bengkulu ada di Tambang Sawah, Bukit Gendong Hulu Lais dan Lebong Simpang Kabupaten Lebong. Kemudian di Suban Ayam Rejang Lebong, termasuk di Kabupaten Kepahiang pada  area Bukit  Kaba.

Pengembangan panas bumi dilakukan pemerintah dalam berbagai project jelas Ida,   agar target kapasitas terpasang panas bumi 7.200 MW dan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesaar 23 persen, tercapai pada Tahun 2025.  “Saat ini baru 1.948,5 MW atau 11 persen yang termanfaatkan hingga Oktober 2018. Sementara target kita tahun ini sebanyak 2 GW”,  papar  Ida.

General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah Sumsel Jambi dan Bengkulu, Daryono sempat memaparkan, pertumbukan konsumsi energi listrik hingga triwulan ke-3 Tahun 2018,  Provinsi Bengkulu sebesar 6,3 persen. Pertumbuhan konsumsi itu lebih tinggi dari pertumbuhan secara nasional sebesar 4.7 persen. Pertimbangan kecenderungan pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk  dan peningkatan rasio elektrifikasi masa  yang akan datang. Maka proyeksi kebutuhan 2018 sampai 2027 mencapai 1.775 GWh.

“Untuk memenuhikebutuhan listrik tersebut, tentunya diperlukan pembangunan pusat pembangkit dengan memanfaatkan potensi energi primer. Dalam hal ini  panas bumi yang merupakan energi baru dan terbarukan”,  papar Daryono.

Potensi panas bumi di Provinsi Bengkulu mencapai 1.362 Mega Watt Eletrical,  yang tersebar di lima lokasi. Potensi Panas Bumi Kepahiang sendiri akan dikembangkan dengan kapasitas 110 MW.  Diharapkan dapat mendukung sistem kelistrikan di Provinsi Bengkulu.  Lokasi Wilayah Kerja Panas Bumi Kepahiang secara administratif, terletak di Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. (MC)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.