Presiden Jokowi Akan Lanjutkan Pembangunan di Provinsi Bengkulu

Presiden Jokowi saat tinjau penataan kawasan pemukiman nelayan di Kota Bengkulu.

Bengkulu, SM – Presiden Republik Indonesiia,  Joko Widodo didampingi Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti, tinjau penataan kawasan pemukiman nelayan tepi air, kampung Sumber Jaya, Kota Bengkulu (15/2).

Kunjungan Presiden RI ini, bersama  Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah dan Walikota Bengkulu Helmi Hasan. Presiden  Jokowi sempat  menyusuri jalan pemukiman rumah warga yang dalam tahap pentaaan.

“Bisa kita lihat setelah dimulai penataan, saya kira rumah-rumah lebih tertata lebih bersih. Kapal nelayan bisa bersandar dengan baik”,  ujar Presiden Jokowi yang bukan kali pertama melihat Provinsi Bengkulu ini.

Saat ini katanya, pengerjaannya baru sekitar 20 persen. Masih akan dibangun fasilitas umum  dan penataan rumah rumah lain,  beserta sertifikatnya.

Ada beberapa pembangunan infrastruktur  lain yang akan segera direalisasikan di Provinsi Bengkulu ini. Diantaranya,  pembangunan Airport Fatmawati Soekarno, yang ditargetkan selesai pada Maret  2019 mendatang.

Presiden Jokowi dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat di Kampung Nelayan.

“Airport,  segera dari UPT,  akan langsung diambil alih. Kita serahkan ke Angkasa Pura,  biar ada ekspansi. Bisa dikelola lebih professional lagi. Bisa menjadi bandara internasional. Haji juga bisa langsung,  sehingga pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu semakin baik”,  jelas Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Baai yang disambungkan dengan kereta dari Lubuk Linggau sedang dalam proses. Sehingga, biaya transportasi dan logistik bisa lebih murah.

“Yang kita inginkan,  KEK  itu benar-benar berkembang. Sehingga, produk Provinsi Bengkulu seperti sawit, hasil tambang,  bisa dikirim keluar lewat pelabuhan”,  jelasnya ditengah antusias warga yang ingin mendekatinya. Untuk jalan tol kata presiden,  bulan depan mulai dilakukan pembebasan lahan.(mc)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.