Prosesi Duduk Penja Tabut Imam Bengkulu Usai Berlangsung

Polda Bengkulu Punya Peran Tengah Pademi

Ir Acmad Syiafril

Bengkulu, SM- Prosesi ritual Tabut Imam Bengkulu, Provinsi Bengkulu Tahun 2001 di gelar pada Jumat (13/08) oleh Tabut Imam Senggolo di Kelurahan Pasar Melintang bersama Juru Kunci Tabut Pondok Juada, padang jati, Padang Kerbala dan Komunitas Tabut Abdullah Sabedan.

Meskipun tak seramai ditahun sebelumnya, ritual Duduk Penja tetap mengindahkan protokol kesehatan. Lantunan irama alat tabuh Dhol dan tasa mengiringi prosesi. Sebelum prosesi dimulai, pemegang Penja Tabut Imam dan Pelaksana Upacara Tabut Imam, Ir Acmad Syiafril  haturkan terima kasih kepada Polda Bengkulu dan ajarannya atas bantuan hukum yang diberikan. Tanpa itu, prosesi Duduk Penja akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya.

Sekilas di ceritakan  Acmad Syiafril yang akrab di panggil Mamu (Bapak/orang yang dihormati) itu, sebelumnya dua bakul pusaka penja  Tabut Imam Senggolo itu sempat  menjadi polemik, akibat diambil orang yang tak berhak selama enam bulan mulai  tanggal 26-29 Agustus 2020. Hingga akhirnya masalah ini berakhir dengan pengaduan ke Polda Bengkulu pada 10 September 2020.

Prosesi Duduk Penja Tabut Imam Bengkulu di Pasar Melintang Kota Bengkulu.

Menariknya usai polemik itu,  Mamu Syiafril  menegaskan,  mulai tahun ini tidak ada lagi yang namanya Tabut Berkas dan Tabut Kampung Batu. Itu dikarenakan kepemilikan pusaka Penja Tabut sudah ditarik. Artinya,  pihak keluarga di Berkas tak bisa melakukan prosesi Tabut lagi seperti sebelum tahun 1982.

Soal kenapa selama ini Tabut Berkas dapat melakukan ritual Tabut?  Itu karena pusaka Penja Tabut itu dititipkan oleh tukang pembuat Tabut di Kelurahan Berkas. Soal Gerga Tabut di Kelurahan Berkas itu, milik Tabut  Pasar Baru milik keturunan. (bb)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.