Provinsi Bengkulu akan Bangun Pabrik Minyak Goreng Tahun 2019

Suara Melayu, Bengkulu – Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyambut baik pembangunan Pabrik Minyak Goreng,  yang rencananya akan dilaunching pada pertengahan November 2018, sebelum puncak Peringatan HUT Provinsi Bengkulu Ke-50, Bengkulu Emas.

Ini merupakan tindaklanjut dari sebelum,  dimana perusahaan sempat mengajukan perizinan investasi pembangunan pabrik pengolahan CPO, penepatan lokasi pembangunan serta beberapa syarat perinsip lainnya.  Kini PT Sudevam Ultra Tec Green bekerjasama dengan Pemda Provinsi Bengkulu, dalam waktu dekat akan meresmikan pembangunan Pabrik Minyak Goreng di Kawasan Desa Talang Beringin, Kabupaten Seluma.

Industri pengolahan sawit menjadi minyak goreng ini kata Rohidin, jelas memberikan dampak positif terhadap geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terkhusus bagi warga Kabupaten Seluma dan sekitarnya.

“Jelas kita menyambut baik pembangunan pabrik minyak goreng ini. Terhadap izin prinsip yang sifatnya lokal di Kabupaten  Seluma dan Provinsi Bengkulu, saya meminta OPD teknis untuk melakukan koordinasi dan pendampingan secara tuntas”,  jelas  Rohidin Mersyah pada Audiensi  bersama PT. Sudevam Ultra Tec Green, di Ruang Kerja Plt Gubernur Bengkulu, Rabu, (17/10).

Presiden Direktur PT. Sudevam Ultra Tec Green Lalit Khumar mengatakan, tidak hanya investasi bagi daerah. Pembangunan Pabrik Minyak Goreng ini diyakini juga akan memberikan efek kesejahteraan kepada petani sawit Bengkulu. Karena transaksi pembelian bahan baku akan melibatkan langsung pihak petani.

Pengolahan minyak goreng yang dilakukan pihaknya,  menggunakan teknologi tercanggih di Indonesia. Sehingga kualitas minyak goreng yang dihasilkan berkualitas. Selain itu, dalam pengolahan,  pihaknya berjanji akan mengutamakan keterlibatan pekerja masyarakat Bengkulu.

“Untuk kapasitas minyak goreng sebesar 220 ribu ton per tahun,  dengan menggunakan teknologi paling canggih di Indonesia, kami berkomitmen akan mengutamakan pekerja asal daerah.  Sehingga kami turut mengurangi angka pengangguran”,  ungkap Lalit Khumar.

Dengan pembangunan pabrik minyak goreng ini, PT. Sudevam Ultra Tec Green juga berkomitmen akan meningkatkan dan menstabilkan harga sawit di tingkat petani, dengan kisaran harga Rp.1.000, per kilonya. (MC Humas Pemprov).

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.