Provinsi Bengkulu Belum Darurat DBD

Ulustrasi Foto: kompascom

Bengkulu, SM –  Terjangkitnya  masyarakat Provinsi Bengkulu  akibat demam berdarah dengue (DBD), belum masuk katagori darurat.  Belum ada peningkatan signifikat dalam dua bulan terakhir ini.

Ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu,  Herwan Antoni, SKM menanggapi ramainya  masyarakat dari kota dan kabupaten yang di rawat  pada  rumah sakit daerah. Termasuk di RSUD M Yunus  Provinsi Bengkulu.

Menanggapi pertanyaan kemungkinan akan digratiskannya warga yang terjangkit DBD, mengingat warga kian banyak yang dirawat diberbagai rumah sakit,  mengingat ekonomi lagi sulit  dan tingginya ongkos berobat saat ini? Herwan Antoni belum dapat menjawab.

“Kondisinya belum darurat. Memang ada peningkatan kasus dua bulan terakhir ini”, jelasnya, Selasa (26/02)

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, jauh –jauh hari sedah melakukan koordinasi. Termasuk mengirimkan Surat Edaran Gubernur Provinsi Bengkulu, sejak tanggal 31 Desember 2018 lalu. Hal itu  untuk mengantisipasi wabah DBD yang dapat mematikan tersebut ke wali kota dan bupati Se-Provinsi Bengkulu.

Sejak 2018 lalu, Gubernur Rohidin Mersyah berharap pada pemerintah kota dan kabupaten, untuk selalu siaga akan peningkatan  kasus DBD. Tak hanya demam tinggi karena DBD masyarakat cepat ke Puskesmas atau rumah sakit, tapi gangguan kesehatan masyarakat, agar cepat menghubungi pihak medis ditempat dimana mereka tinggal.

“Saat ini tak hanya Provinsi Bengkulu terjangkit kasus DBD cukup tinggi. Karena itu, pemerintah provinsi selalu berkoordinasi, mencegah dan mengantisipasi potensi meningkatnya penyakit DBD. Apalagi seiring masuknya musim penghujan”, jelas gubernur yang berharap Pemerintah Daerah Se-Provinsi Bengkulu, untuk melakukan kesiapsiagaan.

Ini diakui Herwan Antoni . Pemerintah Provinsi memang sudah bergerak mencegah DBD melalui  surat edaran. Stakholder yang ada  sudah melalkukan rapat koordinasi (Rakor)  tingkat provinsi. “Awal Maret ini juga  akan dilaksanakan gerakan pemberantasan  nyamuk serentak. Dinkes kabupaten dan kota juga  sudah menangani kasus DBD ini”, ujarnya.

Soal  meingkatnya warga yang terjangkit DBD, Herwan Antoni tegaskan,  pemerintah akan segera lakukan upaya pencegahan dan penanganan, dengan  melibatkan seluruh elemen. Yang paling efektip  adalah 3 M plus bersihkan lingkungan menguras, mengubur, menutup dan menghindari gigitan nyamuk. Brantas  jentik nyamuk, tangani penderita DBD  di Fasilitas kesehatan yang ada”, katanya.

Soal  fogging juga akan tetap diperlukan. Fokus  pemberantasan nyamuk dewasa pada sasaran penderita yang positif  DBD,  hasil Lab dan dianosa medis. (ck)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.