Provinsi Bengkulu Daerah Rawan Sedang

Hasil Survey Nasional Bawaslu RI soal Indek Kerawanan Pemilu (IKP) Provinsi Bengkulu rawan sedang.

Bengkulu, SM –  Hasil Survey Nasional Bawaslu RI soal  Indek Kerawanan Pemilu (IKP) Provinsi Bengkulu dilounching, usai penekenan nota kesepahaman (MoU) Gugus Tugas Pengawasan dan Pemberitaan, Penyiaran dan Kampanye Pemilu Tahun 2019, Selasa (06/11).

Dari data itu terungkap, basis kerawananan Pemilu rata-rata nasional pada skor 49,0 persen,  dengan empat dimensi. Yaitu, dimensi Sosial Politik, Penyelenggara yang Bebas dan Adil, Kontestasi serta dimensi Partisipasi. Provinsi Bengkulu tidak masuk dalam  salah satu  dari 15 provinsi,  dengan kerawanan diatas rata-rata nasional. Namun skor Provinsi Bengkulu mencapai angka 40 persen lebih, dalam kategori sedang.

“Untuk di Provinsi Bengkulu IKP,  secara Nasional pada angka 47, 67 persen”,  jelas Anggota Bawaslu Provinsi Bengkulu, Fatimah Siregar.

Menanggapi hal ini, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengatakan, perlu adanya pencegahan dini dalam mengantisipasi kerawanan Pemilu. Perlu aksi nyata dilapangan, walaupun belum adanya dukungan dana.  “Keberhasilan dari suatu penyelenggaraan Pemilu itu, berjalan dengan  tenang dan damai. Endingnya itu,  tidak terjadinya chaos”,  tegas Coki.

Asisten I Hamka Sabri juga menjelaskan, kerawanan Pemilu bisa saja di prediksi. Namun suatu saat nanti bisa saja tinggi dan rendah. Bergerak secara dinamis dan perlu antisipasi secara dini. “Kategori kita saat ini dalam kategori sedang. Namun perlu segera diantisipasi. Perlu adanya kesepekatan bersama, dengan tindaklanjut secara tekhnis. Sehingga menghasilkan suatu titik yang kita harapkan bersama”,  jelas Hamka Sabri.

Hamka Sabri berharap kerjasama yang ada ini,  dapat direalisasikan dengan jalan pemetaan titik-titk kerawanan yang ada. Kemudian pembahasan bersama. Sehingga dapat dirumuskan antisipasi yang tepat,  dalam menangani kerawanan Pemilu yang akan dilaksanakan nanti. (MC Humas)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.